News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Raden Sidik Gelar Pameran Tunggal di Pit Mabuk Art Venue

Raden Sidik Gelar Pameran Tunggal di Pit Mabuk Art Venue


 Kuss Indarto dan pelukis R Sidik Martowidjojo saat menjelaskan mengenai lukisan yang dipamerkan.

WARTAJOGJA.ID: Belasan lukisan karya pelukis kondang R Sidik Martowidjojo mulai Kamis (5/8) besuk dipamerkan di kediamannya yang disulap menjadi gallery Pit Mabuk Art Venue, di Jalan Kompleks Colombo 12 Mrican Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pameran tunggal bertajuk “Sidikscape” tersebut, sekaligus soft launching Pit Mabuk Art Venue, Demangan, Yogyakarta. ''Pameran tunggal ini sekaligus peresmian Pit Mabuk Art Venue,'' ujar Kuss Indarto, selaku kurator pameran tunggal R Sidik Martowidjojo disela-sela persiapan pameran, Rabu (4/8).

Seperti diketahui R Sidik W Martowidjojo, merupakan pelukis gaek yang berusia 84 tahun, namun tetap produktif dan masih terus melukis dan lukisannya banyak dikoleksi oleh kolektor ternama tanah air maupun mancanegara. 

Produktivitasnya dalam berkarya memang patut diacungi jempol, buktinya meski sedang diguncang wabah pandemi virus Corona, tapi seniman berambut putih ini tetap energik saat menjelaskan sejumlah lukisan yang dipamerkan. 

''Hampir semua lukisan yang saya pamerkan terhitung baru. Karena kebanyakan saya buat pada tahun 2020 sampai tahun 2021, ya ada satu dua lukisan yang saya buat pada tahun sebelumnya,'' jelas R Sidik menjelaskan. 

''Semua lukisan yang kami pajang (kami pamerkan), jujur semua memiliki makna yang cukup dalam. Karena proses pembuatannya butuh waktu tersendiri,'' tambah perupa yang sudah sering menggelar pameran tunggal dan melalang buana ini.

Bahkan, ia baru saja merampungkan sejumlah lukisan fenomenal. Kini, Sidik  yang dikenal sebagai pelukis spesialisasi lukisan gaya Tiongkok digabung teknik lukis ala Barat ini lukisannya cukup apik sehingga terasa nyaman bila dilihat mata.




Kuss Indarto dan pelukis R Sidik Martowidjojo saat menjelaskan mengenai lukisan yang dipamerkan.

R Sidik W Martowidjojo yang didampingi manajer pameran, Titi Widiningrum menjelaskan, mengaku senang karena di tengah pandemi masih bisa berkarya walau pengunjung hanya bisa menyaksikan pameran via daring atau mau datang langsung ke ruang pameran dengan tetap mentaati protokol kesehatan. 

Sementara Kuss mengungkapkan, Sidik adalah pelukis Indonesia pertama yang memperoleh  penghargaan  dari Louvre International Art di Carrousel du Louvre, Paris, Prancis pada Desember 2014 lalu. Yaitu, penghargaan Medaille d’Orc Peinture untuk lukisan pemandangan. Lukisan ini juga memperoleh Medaille d’Orc sebagai juara umum.

Selain itu karya Sidik yang lain, yaitu yang berjudul “Jalan” juga dinugerahi Painting Gold Prize. ''Memang cukup banyak lukisan beliau yang meraih penghargaan, salah satunya adalah yang saya sebutkan tadi,'' katanya.

Sidik lahir di Malang, 24 September 1937. Ia memiliki nama Tionghoa; Ma Tong Qiang. Kata Kuss, lukisan Sidik lebih banyak mengeksploitasi pemandangan alam. “Beliau menuangkan apa saja yang dilihat melalui lukisan di media kertas,” ujar Kuss.

Kertas itu bernama shientze. Mengapa menggunakan kertas? Sidik menjelaskan, shientze dapat bertahan hingga ribuan tahun tanpa restorasi. Selain itu, cat  akan menyatu dengan kertas. “Berbeda dengan cat  yang menempel pada kanvas. Bisa mengelupas  setelah dimakan waktu,” terang Sidik. (Fin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment