News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Bahayanya Jika Pornografi Dunia Digital Telanjur Merasuki Otak

Ini Bahayanya Jika Pornografi Dunia Digital Telanjur Merasuki Otak




KENDAL : Pegiat Literasi Digital Nasional Riant Nugroho menuturkan, teknologi internet memang serba bisa menjadi menampung beragam manfaat, mulai dari bersosialisasi, berekspresi hingga mencari jodoh bagi para penggunanya.

Namun, Riant menuturkan, publik tak bisa menutup mata pula bahwa berbagai kasus pornografi yang langgeng hingga saat ini di dunia maya juga tidak terlepas dari kehadiran internet sebagai sarana penyebarluasan dengan sifatnya yang menembus batas ruang antar-negara.

"Jika pornografi ini dibiarkan dan pengguna justru terlarut menikmatinya, maka berpotensi menyebabkan pendangkalan kemampuan berpikir, lebih-lebih berpikir kreatif," ujar Riant saat menjadi pembicara dalam webinar literasi digital bertema ”Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi di Ruang Digital" yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/8/2021).

Dalam webinar dengan 243 peserta itu, Riant Nugroho juga mengatakan, membebaskan pornografi merasuki pikiran juga berarti mendorong sikap permisif. Yakni, cenderung membiarkan kepornoan, mendukung, mendorong, bahkan bisa berpotensi ikut melakukan aksi pornografi itu. ”Ketika pornografi merasuki pikiran terus menerus dan dibiarkan, juga membuat pengguna sangat sulit menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya," kata Riant, yang juga dikenal sebagai pakar kebijakan publik itu.

Terkait hal di atas, Riant menambahkan, para orangtua perlu menjaga agar anaknya terhindar dari pornografi dunia digital. "Berikan anak kita perhatian, kasih sayang, dan penghargaan, sehingga mereka tak mencari kesenangan seperti pornografi itu," cetusnya. 

Peran orangtua, sambung Riant, juga bisa dengan intens mendampingi anak ketika mengakses internet. Dan, apabila anak ketahuan mengakses situs pornografi, orangtua jangan langsung memarahi namun mengajak anak berdialog dan menjelaskan dampaknya.

"Perlu dipahamkan kepada anak-anak bahwa kecanduan pornografi bisa memicu rusaknya fisik, mental, dan kehidupan sosialnya di masa datang," tegasnya.

Riant pun mendorong orangtua untuk peduli anak mereka saat berinteraksi di ruang digital dengan tidak lelah memberikan pemahaman tentang internet yang sehat dan aman, serta sebisa mungkin menempatkan komputer, laptop atau perangkat digital yang tersambung di internet di ruang keluarga. 

"Penting juga memberikan pemahaman dalam bentuk pendidikan seks sesuai usia anak. Berikan dasar-dasarnya saja sebagai pengetahuan dan antisipasi dengan melengkapi gawai anak dengan aplikasi pengaman agar terbatas ketika mengakses laman dewasa,” beber Riant.

Riant lalu mengajak para orangtua untuk memahami perkembangan digital saat ini, yang memicu fenomena pornografi pada media sosial. ”Itu tidak dapat dikesampingkan dan telah menjadi realita dalam kehidupan digital sebagai sisi gelap dari banjir informasi,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 1 Karanganyar Lanjar Utami dalam paparannya mengatakan, untuk membentengi anak dari sisi kelam dunia digital seperti pornografi, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan menguatkan literasi digital anak sejak dini.

"Kenalkan dan ajak anak produktif menciptakan konten-konten positif, sehingga mereka tak tercuri perhatiannya dan tertarik pada konten-konten negatif seperti pornografi dunia maya," ucap Lanjar.

Lanjar mengatakan, literasi digital menjadi kunci ketika dunia maya sudah banjir dengan konten negatif dan kejahatan siber yang berwujud beragam bentuk. Ketika anak mendapatkan pendidikan literasi digital sejak dini, mereka akan terlatih menjadi cakap secara digital dan bisa memfilter dirinya sendiri menghadapi konten negatif yang sulit dibendung.

"Mengutip apa yang disampaikan Presiden Jokowi, dengan kebebasan akses informasi saat ini, literasi digital menjadi kunci agar kita dapat mengoptimalkan manfaat internet secara positif," tegas Lanjar.

Dimoderatori oleh Neshia Sylvia, webinar ini juga menghadirkan dua narasumber lain, yakni Direktur Lembaga Survei IDEA Institute Indonesia Jafar Ahmad dan Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kendal Casmito, serta Putri Juniawan yang bertindak selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment