News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Digitalisasi Sekolah Siaga Kependudukan, Ini Loh Manfaatnya

Digitalisasi Sekolah Siaga Kependudukan, Ini Loh Manfaatnya




Kulon Progo - Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran. Di dalamnya, terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik, sebagai upaya pembentukan generasi berencana agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan. 

Selain itu, juga agar guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran. SSK didefinisikan sebagai implementasi operasional pengendalian kependudukan dan keluarga berencana dengan program-program pendidikan, terintegrasi dikelola dari dan oleh penyelenggara pendidikan. 

Implementasinya melalui pemberdayaan sekolah dengan memberikan kemudahan akses terhadap anak didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus bidang kependudukan dan keluarga berencana, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kreatif serta program sektor lainnya.

Guru Pengampu Kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan SMA 1 Pengasih Kulon Progo Salami mengatakan, ada berbagai tujuan dan manfaat dalam SKK ini. Seperti terciptanya pengetahuan, sikap dan kepedulian terhadap kependudukan bagi warga sekolah, terutama peserta didik. Kemudian pengetahuan tentang masalah atau dampak kependudukan dan solusi kependudukan setempat.  

“Lalu, kemampuan menyajikan data mikro kependudukan dalam bentuk peta, grafik, atau digital untuk dianalisa secara sederhana,” tutur Salami dalam webinar literasi digital dengan tema ”Sekolah Siaga Kependudukan Menuju Family 4.0” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga masyarakat Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (26/8/2021).

Salami mengungkapkan, dalam menjalankan program SKK pada era perkembangan teknologi ini pun ada konsekuensinya bagi sekolah. Di antaranya, tenaga pendidik harus mengikuti perkembangan teknologi informasi atau aktif di media sosial. Kemudian bekerja sama atau berkoordinasi dengan instansi terkait seperti dinas pendidikan pemuda dan olahraga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKB). 

Berikutnya, selalu mencari atau menerima informasi berkaitan dengan isu-isu kependudukan maupun sarana prasarana kependudukan (buku atau media pembelajaran lain). Kemudian juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatannya. ”Digitalisasi sekolah siaga kependudukan akan meningkatkan daya tarik siswa untuk literasi materi kependudukan dan kecakapan digital siswa,” ujarnya. 

Salami menjelaskan, digitalisasi sekolah siaga kependudukan diharapkan mampu menyiapkan generasi muda membangun keluarga berkualitas. ”Serta mampu mengambil peluang dan mengatasi tantangan di era digital,” ucap Salami kepada lebih dari 800 partisipan webinar. 

Narasumber lain, Ketua Dewan Pembina Internet Development Institute, Sigit Widodo mengatakan, penggunaan teknologi untuk pembelajaran, dapat memberikan efek yang sangat positif bagi perkembangan anak didik. Ia menyebut hasil sebuah penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan manusia untuk mengidentifikasi informasi kunci yang terkubur dalam sekelompok karakter dan rangsangan visual karena teknologi yang menyatu dalam kehidupan.

Untuk itu, kata Sigit, dalam pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi seperti saat ini perlu adanya beberapa poin yang perlu diperhatikan peserta didik. ”Beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni mengatur jadwal belajar, memakai aplikasi belajar, dan tetap terhubung dengan teman-teman. Di samping itu, peserta didik harus memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin karena bukan liburan,” ucapnya. 

Webianar yang dipandu oleh moderator Dannys Citra itu, juga menghadirkan narasumber Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, dosen Psikologi STIKES Nasional Surakarta Noviana Dewi, dan Winner of Putera Pendidikan Indonesia 2020 Endy Agustian selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment