News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Data, Harta Baru yang Makin Perlu Diproteksi

Data, Harta Baru yang Makin Perlu Diproteksi





Demak : Kita tidak mungkin membuat semua orang menyukai kita. Tak sedikit yang  merasa benci, bahkan dendam dan merancang niat jahat yang bisa diserangkan kepada kita kapan pun. Salah satu pintu gerbang masuknya serangan kejahatan di era digital saat ini adalah lewat dunia maya yang disedot dan kirimkan serangannya lewat ponsel kita.

"Pernahkah Anda di tengah malam atau kadang pagi-pagi ditelepon orang menagih utang teman yang kita ndak ikut pakai, tapi rupanya teman itu belum mencicil dan nama kita ada dalam kontak ponselnya? Atau, tukang tagih kartu kredit marah-marah, telepon tak bisa distop atas tagihan utang yang kita ndak pernah pinjam. Lebih tragis lagi kalau ada orang mengirim umpatan ujaran kebencian hingga teror dan ancaman. Ke mana pun bahkan di mana pun kita berada mereka selalu tahu. Ini bukti atau tanda-tanda data di ponsel Anda sudah tidak aman." 

Pesan berisi warning di atas disampaikan oleh Dede Fajar Kurniawan, seorang digital strategyst dan digital marketing, saat memantik diskusi dalam webinar literasi digital yang digelar daring oleh Kementerian Kominfo bersama Debindo untuk masyarakat Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 28 Juni lalu.

Rawat serius ruang data pribadi kita. Jangan suka sembarang ngeklik link yang kita belum paham dan tahu kredibilitasnya, lanjut Dede menambah jabaran pesannya. 

Ia lalu memberi contoh. Sering kita tergoda jebakan hadiah ratusan juta atau janji manis hadiah dari sebuah operator yang namanya mirip, tapi beda satu huruf. Kalau diikuti, dampaknya malah kita berisiko kena sedot rekening bank atau beragam bentuk kejahatan cyber yang memanipulasi data pribadi di ponsel kita. 

"Jangan sembarang posting selfie bersama KTP. Atau, ketika kredit lunas, kita selfie sama BPKB dan STNK motor atau mobil cicilan lalu malah diposting di Facebook atau Istagram. Itu tindakan yang tak disadari menyebar data prbadi kita di ruang digital yang tanpa batas. Ingat, penjahat digital makin jago dan terus belajar mengincar kita," papar Dede lebih jauh tentang kecerobohan perilaku bermedsos kita.

Dalam webinar yang diikuti 200-an peserta lintas usia dan profesi dari seputaran Demak, Dede dipandu secara sersan oleh moderator Power Young, seorang youtuber yang lagi naik daun. Selain Dede, hadir pula pemateri topik ”Mengenal Pengaturan Proteksi Data pada Era Digital”: Sigit Widodo, ketua dewan pembina Internet Development Institute; M Dzaki Riana, Founder Instania.id:; Immadudin Indrisobbir; digital practisist; dan Ronald Silitonga, singer dan MC yang hadir sebagai key opinion leader.

Sebagus apa pun pranata yang dibuat oleh UU ITE kita, baik versi lama maupun versi revisi di UU No. 19 tahun 2016, tetap saja perilaku kita dalam berinteraksi dengan gawai kita yang bisa menjamin keamanan data digital kita. 

Terkait itu, sebagai praktisi digital, Sigit Widodo membagi tips berdasar pengalamannya, “Lebih aman, jangan mudah tergiur harga upnormal atau mengejar diskon tapi dengan syarat. Pelajari detail ketentuan transaksi dari penawaran suatu platform e-commerce. Saat bertransaksi dengan web e-commerce pastikan jaringan internet aman. Jangan transaksi pembayaran dari area gratisan, misal wifi di café atau halte bus. Bisa disusupi penyusup internet yang tak kita kehendaki," pesan Sigit.

Sementara itu, narasumber lain, Dzaki Riana, mengingatkan bahwa kejahatan di dunia maya berkembang semakin canggih. Jangan sepelekan upaya sederhana demi keamanan perangkat digital dan properti lain yang terakses ke ponsel kita. Jangan suka membuat satu password untuk beragam aplikasi atau platform medsos kita. 

"Kadang kita ceroboh, password untuk FB atau IG, juga akun pribadi lain, dibikin sama agar mudah diingat. Misal tanggal lahir atau nomor rumah RT/RW-nya dibikin password. Ini mudah diutak-atik penjahat yang makin pengalaman. Kalau mudah dibongkar, yang habis ya aset kita di dunia nyata. Jika sudah demikian, sesal kemudian tidak berguna," ujar Dzaki Riana, mewanti-wanti. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment