News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Literasi Digital untuk Peningkatan Kreativitas Anak Sekolah

Literasi Digital untuk Peningkatan Kreativitas Anak Sekolah




Sleman – Kata ”kreatif” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi.

”Lalu, kenapa harus kreatif?” tanya Gilang Ramado saat menjadi narasumber acara webinar literasi digital bertema ”Digital Literasi untuk Peningkatan Kreativitas Anak Sekolah” yang digelar Kementerian Kominfo untuk warga masyarakat Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (21/7/2021).

Direktur Utama CV Tripsona itu pun lalu memberikan jawaban alasan harus kreatif. Ada yang bilang, kreativitas merupakan kecakapan tunggal paling penting di dunia. Kemudian yang lainnya menyatakan kreativitas adalah faktor nomor satu untuk kesuksesan masa depan.

Jika kreativitas itu dikaitkan dengan anak sekolah, maka permasalahan yang terjadi adalah terlalu banyaknya tugas yang diberikan pada siswa. Sehingga, banyak dari peserta didik tidak mengedepankan sikap kreatif lantaran hasil kerja diperoleh dari menjiplak internet.

Menurut Mado – demikian sapaan akrabnya, penyebab menurunnya pengetahuan peserta didik, lebih karena mereka hanya terfokus dalam penyelesaian tugas. Dari segi psikologi, terancamnya mental peserta didik menjadi down, karena pola pikir antar seseorang berbeda-beda.

Untuk itu, Mado kemudian memberikan tips menjadi lebih kreatif di dunia digital. ”Gunakan media sosial juga sebagai sarana pembelajaran, pelajari bahasa asing, turuti keinginanmu dan ketertarikanmu, dan gunakan dunia digital untuk berkarya,” jelas Mado di depan sekira 300 partisipan webinar.

Narasumber lain, Ketua LPPM UNU Yogyakarta Muhammad Mustafid berbicara tentang kreativitas dan kecakapan yang dibutuhkan pada masa yang akan datang. Menurutnya, ada sepuluh urutan teratas kecakapan masa depan.

”Berpikir analitis, pembelajaran aktif, kreativitas, programming, berpikir kritis, pemecah masalah yang kompleks, kepemimpinan dan pengaruh sosial, kecerdasan emosional, berpikir ideal, analisa sistem dan evaluasi,” papar Mustafid.

Untuk mencapainya, Mustafid memberikan strategi meningkatkan kreativitas anak yang meliputi: ajukan pertanyaan, latih imajinasinya, hindari kata ”salah”, beri kebebasan ekspresi, kurangi larangan, jangan suka memaksa, beri pengalaman baru, isi liburan dengan hal kreatif, berikan pujian.

Di era digital, lanjut Mustafid, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak. Beberapa aplikasi media sosial yang bisa menumbuhkan kreativitas anak misalnya jejaring sosial, contoh: Facebook, Linkedin, Google+, Path. Untuk blogging, adalah Blogspot, Wordpress, Tumbir, dan sebagainya.

”Aplikasi berbagai video, sperti YouTube, Metube, Vimeo. Aplikasi berbagai gambar: Instagram, Flick, Pinterest, Picassa. Untuk kolaborasi, mereka bisa gunakan: Wikipedia, google drive, SlideShare, dan
lain sebagainya,” pungkas Mustafid

Webinar yang dipandu moderator konten kreator Mafin Rizqi, juga menampilkan narasumber Mujiantok (Founder Atsoft Technology), Muhammad Ihsan Fajari (Entrepreneur dan Pendidik), dan CEO Nirwasita Hutama Cyntia Ardila YM selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment