News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Etika Berbisnis di Era Digital dengan Perilaku Pancasilais

Etika Berbisnis di Era Digital dengan Perilaku Pancasilais



Pati - Webinar literasi digital kembali hadir untuk masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kali ini dengan tema diskusi "Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital', Jumat (9/7/2021). 

Diskusi hari ini dipandu oleh entertainer Dannys Citra serta empat pemateri, yaitu Widiasmorojati (konsultan bisnis), Diana Atheleia Belinda ( founder DND Culinary), Kamilia Hamidah (dosen IPMAFA Pati), dan Jota Eko Hapsoro (CEO Jogjania.com). Selain itu hadir juga key opinion leader Nadia Intan. 

Literasi digital merupakan program yang diupayakan pemerintah Indonesia dalam mendukung percepatan transformasi digital menuju masyarakat yang cakap digital. Literasi digital yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki empat pilar penting: digital culture, digital safety, digital skill, dan digital ethics. 

Widiasmorojati pada awal diskusi membawakan pilar digital culture kaitannya dengan etika pelayanan dalam bisnis di era digital. Ia mengatakan, era digital mau tidak mau, suka tidak suka, dipaksa akrab dengan perkembangan teknologi.

Saat berbisnis, lanjut Widi, baik secara konvensional maupun digital memerlukan etika yang baik dan budaya yang baik. Perlu memperhatikan hal-hal penting yang baik untuk diri sendiri, orang lain dan bangsa negara. Yakni dengan berpedoman pada Pancasila. 

"Pancasila sebagai landasan budaya dan berbisnis memiliki nilai-nilai kebaikan yang tidak hanya baik untuk diri sendiri, orang lain, dan negara. Nilai-nilai itu dapat kita pelajari dari lima sila. Yaitu cinta kasih, bahwa dalam berbisnis kita diajarkan untuk berakhlak baik, yang jujur, sopan, dan memiliki positive mindset. Sila kemanusiaan mengajak kita untuk memperlakukan orang dengan baik, menanamkan simpati dan empati," tutur Widiasmorojati. 

Pancasila juga mengajarkan harmoni atau keselarasan yaitu dengan menciptakan circle positif. Memprioritaskan kepentingan bersama dan tahu batasan berekspresi. Lalu demokratis, di mana tiap individu diajak untuk bisa bijaksana-bijaksini dengan menghormati pendapat orang lain. Terakhir adalah nilai gotong royong, saling menguntungkan baik dalam kehidupan sosial dan berbisnis.

"Pada intinya, etika dalam pelayanan bisnis adalah dengan menciptakan positive culture, circle positif, dan positive mindset," pungkasnya.

Diana Aletheia Belinda menyambung dengan pilar digital skill, menyampaikan bahwa literasi digital tidak sekadar mampu mengoperasikan teknologi, informasi, dan komunikasi digital, tetapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. 

Adanya transformasi digital, jelas Diana, membuat masyarakat beralih ke penggunaan teknologi yang lebih canggih. Teknologi yang sering digunakan di era digital adalah penggunaan mesin pencari informasi. Alat ini menjadi pintu gerbang yang membawa penggunanya berselancar menemukan kebutuhan informasi yang diinginkan. 

"Mesin pencarian bekerja dengan mengumpulkan artikel-artikel terkait kata kunci yang dimasukkan. Dari situ mesin pencari akan mengurutkan informasi sesuai ranking di mana judul, konten dan gambar artikel nyambung dengan kata kunci yang dicari," jelas Diana. 

Selain mesin pencari, kemajuan teknologi juga memudahkan kebutuhan ekonomi. Salah satunya untuk berbelanja secara online melalui e-commerce yang kini makin digemari karena pandemi Covid-19 membatasi interaksi langsung.

"E-commerce memudahkan konsumen karena produk yang variatif, biaya lebih murah, cara pembayaran mudah dan praktis menggunakan e-wallet, bahkan ada layanan pengembalian barang," lanjutnya. 

Diana menjelaskan, untuk keperluan bisnis, platform komunikasi dari Whatsapp bisnis memberikan kemudahan. Layanan komunikasi yang sudah diakuisisi oleh Facebook ini menyediakan fitur auto reply yang dapat memberikan informasi singkat kepada konsumen. Label pengelompokan chat juga memudahkan untuk mengelola bisnis, dan fitur profile bisnis membuat bisnis yang dijalani terlihat profesional dan terpercaya. 

"Tips agar bisa menjadi toko digital favorit, yakni dengan menggunakan foto produk yang menarik, memberikan keterangan produk yang jelas dan jujur, memberikan respons cepat menjadi nilai plus untuk membangun relasi dengan konsumen, penamaan produk yang tepat dengan menyebutkan format kategori produk, diikuti merek kemudian keterangan produk," jelasnya. 

Sedangkan alat atau tools yang bisa dimanfaatkan untuk membantu dan mencari seputar bisnis di antaranya ada Google My Business, Google Asistant, Google Drive, dan Google Primer. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment