News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Soal Larangan Mudik Lebaran, Ini Rencana Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

Soal Larangan Mudik Lebaran, Ini Rencana Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko



Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono


WARTAJOGJA.ID : Pemerintah pusat berencana mengeluarkan aturan larangan mudik lebaran tahun ini yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021 demi mencegah penularan Covid-19 melambung lagi.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan pihaknya secara prinsip akan mematuhi apapun kebijakan pemerintah nanti.
“Kami akan patuhi apapun keputusan pemerintah, meskipun di satu sisi kami berharap juga ada kelonggaran,” ujar Edy ditemui di sela mengikuti peluncuran vaksinasi drive-thru di Candi Prambanan Yogyakarta Senin 5 April 2021.
Edy menjelaskan, kelonggaran itu bukan merujuk penerapan protokol kesehatan. Namun lebih mengarah pada kebijakan terkait konteks sektor pariwisata yang sudah cukup lama terdampak pandemi.  
Menurut Edy, Candi Borobudur, Prambanan, juga Ratu Boko selama ini tak berdiri sendiri. Ada denyut ekosistem wisata yang melibatkan pelaku wisata lain di mana aktivitas mereka juga bergantung pada aktivitas wisata destinasi itu.
Candi Prambanan misalnya, menjadi magnet ekonomi di kawasan Yogya bagian timur. Begitu halnya Candi Borobudur, yang dilingkupi desa wisata dan pelaku UMKM yang bergantung pada geliat candi itu.  
“Jadi kelonggaran yang kami maksud lebih mengarah bagaimana sektor wisata bisa tetap menggeliat karena kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan sudah terbentuk,” kata Edy. 
Dari perilaku hidup sehat yang sudah terbentuk dari masyarakat itu, ujar Edy, menurutnya perlu diwadahi para pengelola dan pelaku wisata agar bisa menggeliatkan lagi pariwisata.
“Jadi keamanan pelaku perjalanan ini yang menurut kami lebih perlu diperhatikan, tidak seperti libur lebaran tahun lalu ketika kita baru di titik awal wabah Covid-19, “ ujar Edy. 
Edy pun memastikan candi-candi di bawah pengelolaan TWC tidak akan tutup meski wacana pelarangan mudik mengemuka. Tujuannya menjaga denyut wisata dan ekonomi ekosistem di sekitarnya agar kembali pulih. 
Edy menuturkan , kuota kunjungan di tiga candi yang dikelola masing-masing tetap 3000 kunjungan setiap harinya. Hal ini berlaku ingga libur lebaran nanti. 
“Walaupun kunjungan epr hari saat ini rata-rata hanya maksimal 1000 orang, namun kami tetap berupaya terus beroperasi agar denyut wisata dan ekonomi sekitar candi tidak berhenti,” kata dia.
Edy menuturkan, secara operasional dengan pembatasan kunjungan itu sebenarnya ketika candi-candi itu dibuka, pihaknya rugi. Namun jika candi-candi itu saat libur lebaran tutup maka yang dikorbankan lebih banyak khususnya dari masyarakat pelaku wisata yang menyangga kawasan destinasi itu.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri pada Senin 5 April 2021 ini telah resmi menerbitkan instruksi perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Yogyakarta yang berlaku mulai 6 hingga 19 April 2021. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment