News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

5 Pantai Gunungkidul Tetap Primadona Wisatawan

5 Pantai Gunungkidul Tetap Primadona Wisatawan


Pantai Baron (ist)

WARTAJOGJA.ID : Wisatawan tampaknya tak terpengaruh momentum puasa atau tidak demi menikmati kawasan pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

Sebab, sebelum dan saat puasa ini ribuan orang setiap harinya tetap memadati pantai-pantai Bumi Handayani itu. 

Lima pantai teratas di Gunungkidul yang paling banyak dikunjungi sebelum dan saat puasa itu yakni kawasan Pantai Baron, Pok Tunggal, Pantai Gesing, Pantai Watu Gupit, dan Kawasan Pantai Wediombo.

"Kunjungan ke 5 kawasan pantai tetap tinggi termasuk saat puasa ini," Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono Kamis 15 April 2021.

Hari mengatakan pada Senin 12 April lalu atau H-1 ramadhan, kunjungan ke pantai Gunungkidul mencapai 6.817 orang. 

Puncak kunjungan ke pantai-pantai itu terpantau sejak H-3 ramadhan atau Sabtu 10 April yang dalam sehari sebanyak 11.368 orang kemudian H-2 ramadhan atau Minggu 11 April sebanyak 24.846 orang sehari. 

Banyaknya wisatawan di hari Sabtu-Minggu ini karena sebagian besar merayakan padusan, atau tradisi mandi sebelum puasa.

Adapun memasuki puasa hari pertama Selasa 13 April kunjungan mulai melandai menjadi 1.641 orang dan Rabu 14 April ini sebanyak 369 orang.

"Sepanjang April ini kunjungan rata-rata ke pantai sebelum puasa 3-4 ribu orang per harinya," kata Hari.

Meski kawasan pantai membludak, Hari mengatakan Dinas Pariwisata sama sekali tak menggelar atraksi apapun karena masih pandemi Covid-19. 

Pengunjung juga selalu diingatkan petugas agar menjaga jarak dan selalu menggunakan masker. Agar bisa menjaga tren positif bahwa sampai saat ini belum pernah terjadi klaster penularan virus corona di kawasan wisata.

"Yang utama bagi kami pentaatan pada pelaksanaan protokol kesehatan itu," kata Hari.

Pantai-pantai pesisir selatan Yogyakarta memang seolah tak henti jadi buruan wisatawan di masa pandemi ini. Tak hanya Gunungkidul, pantai-pantai di Bantul dan Kulon Progo juga dibanjiri ribuan wisatawan khususnya jelang maupun saat puasa ini.

Meski masih mengijinkan wisatawan luar Yogya berdatangan saat ramadhan ini, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan tetap akan mendukung langkah pemerintah pusat menegakkan larangan mudik 6-17 Mei nanti.

Langkah terbaru, Pemerintah DIY mulai meminta pengurus RT atau RW di tiap-tiap lingkungan menyiapkan dan melaksanakan skrining kesehatan kepada para pemudik yang berhasil lolos di perbatasan.

"Jika ada yang lolos maka akan kita skrining di tingkat RT, RW," ujar Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji Rabu 14 April 2021.

Skrining kesehatan di tingkat RT/RW ini lalu diikuti dengan upaya fasilitasi lokasi karantina bagi pemudik.

"Kami tetap melakukan penyekatan di titik-titik perbatasan provinsi, tidak semata mengandalkan pengawasan dari Jawa Tengah," kata dia.

Aji menegaskan, jika semula pengawasan perbatasan akan dengan konsep sampling dan waktu tertentu, maka kali ini dengan semakin banyak unsur yang dilibatkan pengawasan pemudik perbatasan bisa 24 jam penuh. 

"Caranya denga bergantian petugas di kabupaten/kota untuk melakukan sebanyak mungkin pencegatan di perbatasan, karena pemerintah sudah menetapkan mudik itu dilarang," ujar Aji. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment