News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tokoh Tionghoa Hidupkan Kranggan Jadi Kampung Wisata Yogya

Tokoh Tionghoa Hidupkan Kranggan Jadi Kampung Wisata Yogya



(dari kiri ke kanan) : Oleg Yohan (wakil ketua komisi B) – Tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa, – Agus Handoko (Tjan Kiem Hong) - Herry Tri Budi (Thio King Coan) – Michael ,ketua RW 01 Kelurahan Cokrodiningratan.



WARTAJOGJA.ID : Kota Yogyakarta sebagai kota budaya dengan keberagaman etnis-nya diakui secara nasional dan internasional.

Pemahaman ini yang mendorong tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa yang tinggal di wilayah Kranggan Kota Yogyakarta mulai menginisiasi pertemuan untuk mewujudkan alternatif destinasi Kampung Wisata pecinan di wilayah itu pada Sabtu (13/3).

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, untuk mendengar aspirasi yang ada di masyarakat. 

Selain itu hadir pula
tokoh-tokoh Kampung Pecinan tersebut seperti Agus Handoko (Tjan Kiem Hong), Herry Tri Budi (Thio King Coan) dan Michael selaku Ketua RW 01 Kelurahan Cokrodiningratan Kota Yogyakarta.

Oleg Yohan selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta menyambut baik harapan dan aspirasi warga Tionghoa mewujudkan kampung wisata di wilayah Kranggan sebagai bagian peneguhan Yogyakarta sebagai Kota Budaya.

"Kami siap mengawal dan mendampingi rencana mewujudkan Kranggan menjadi salah satu kampung wisata di Kota Yogyakarta," kata Oleg.

Menurutnya, daerah Kranggan memiliki radius dari Kawasan Tugu Yogyakarta kurang dari 500 meter, maka sangat memungkinkan untuk membuat destinasi wisata baru. 

Di samping Bangunan klenteng dan Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di seputaran kampung Kranggan sendiri.
 

Klenteng Kranggan (ist)

Sejak dulu, ujar dia, cukup banyak orang-orang Tionghoa yang tinggal di daerah Kranggan Kelurahan Cokrodiningratan. 

Perjuangan mereka dilanjutkan oleh keturunan mereka saat ini yang merupakan peranakan Tionghoa.  

Dari serap aspirasi yang dilakukan, para warga keturunan Tionghoa tersebut ingin budaya Tionghoa bisa berdiri sejajar dengan budaya dari etnis lain di Yogya dan menjadi alternatif wisata dengan mengangkat kampung Kranggan sebagai salah satu destinasi wisata budaya. 

"Kampung Pecinan Kranggan diharapkan mampu menghidupkan budaya Tionghoa yg ada sejak lama dan sudah turun temurun," katanya.

Salah satu spot di Kranggan bahkan sudah disetting serupa dengan Pecinan. 

Tujuannya adalah menjadi bagian dari keragaman budaya local yang ada,  mengikis diskriminasi budaya dan memberikan kesempatan yang sama bagi etnis Tionghoa sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang mewujudnyatakan “Bhineka Tunggal Ika”-nya. 

Dalam pertemuan ini, etnis Tionghoa mengusulkan agar Bangunan Klenteng menjadi pusat budaya Tionghoa. 

Tidak hanya berhenti disitu, masyarakat Tionghoa juga ingin menghidupkan Bahasa dan budaya Tionghoa dengan memberikan kesempatan masyarakat umum yang berminat dapat mengikuti kursus Bahasa Mandarin serta kursus menggambar payung tradisional Tionghoa.  

Rencananya, sepanjang Jalan Kranggan juga akan dijadikan pusat budaya Tionghoa dengan deretan kuliner jajanan tempo dulu khas Tionghoa. 

Tokoh-tokoh tersebut meminta perhatian pemerintah khususnya Pemerintah Kota Yogyakarta agar dapat mendukung pemeliharaan cagar budaya sebagai salahsatu saksi bisu yg ada di pusat kota Yogyakarta.

Tindak lanjut pertemuan ini adalah rencana kunjungan ke Dinas Pariwisata untuk membahas konsep Kampung Wisata Pecinan Kranggan pada Tanggal 15 Maret 2021 dan mengadakan launching pada Tanggal 3 April 2021. 

Dengan berkunjung ke Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa ini berharap ada perhatian lebih dari dinas-dinas terkait akan adanya kampung wisata destinasi wisata Pecinan Kranggan. (Cak/Rls)


advetorial

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment