News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pasca Pilkada 2020 Muncul Gerakan Muscab PKB Sleman DIY

Pasca Pilkada 2020 Muncul Gerakan Muscab PKB Sleman DIY

Logo PKB

WARTAJOGJA.ID :  Pasca Pilkada 2020, internal DPC PKB Sleman mulai dilanda isu tak sedap. Sejumlah kader dan pengurus partai berlambang bumi dikelilingi bintang sembilan ini menggalang gerakan Musyawarah Cabang (Muscab) yang diduga illegal atau tidak resmi.

Kegiatan pra Muscab PKB Sleman telah dimulai dan diselenggarakan di Puri Mataram Resto, Tridadi, Sleman, Minggu (28/2/2021).

Beredar kabar, gelaran muscab 2021 ini tanpa sepengetahuan Ketua Dewan Tandfiz, Agus Choliq dan Ketua Dewan Syuro, Kyai Nurudin Barnawi. Agus Choliq sendiri merupakan calon wakil bupati Sleman berpasangan dengan Danang Wicaksana yang kalah pada Pilkada Desember 2020.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, acara pra Muscab PKB Sleman dihadiri Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistyo dan Sekretaris DPW PKB DIY, Umarudin Masdar, dan Sekretaris DPC PKB Sleman, Tri Nugroho. Namun, dari 17 DPAC se-Kabupaten Sleman yang hadir dalam pertemuan tersebut hanya tiga DPAC yaitu DPAC PKB Kecamatan Depok, PAC Cangkringan, dan PAC PKB Kecamatan Pakem. Sedangkan sisanya sebanyak 14 PAC lainnya memilih tak hadir karena menilai muscab dilaksanakan secara illegal.

“Tadi itu acaranya pra muscab,” kata Ketua PAC PKB Depok, Rahayu Widi Nuryani yang akrab disapa Nunung seperti dilansir dari TI.

Karena pengurus PAC yang hadir tidak memenuhi kuorum maka acara pun tak dapat dilanjutkan. Menurutnya, dalam pertemuan itu dirinya sempat menyampaikan pendapat kepada Ketua DPW DIY, Sekretaris DPW PKB DIY dan Sekretaris DPC PKB Sleman bahwa pra muscab tak dapat dilanjutkan. Sebab, tidak kuorum dan tidak sesuai AD/ART. Karena itu, ia meminta ditinjau ulang.

“Tadi juga sudah saya sampaikan di forum bahwa pra muscab ini tidak dapat dilanjutkan,” terang putri politisi senior PKB, Sukamto ini.

Gerakan muscab 2021 ini ternyata membuat sejumlah pengurus DPAC se-Kabupaten Sleman meradang. Para pengurus PKB tingkat kecamatan yang tergabung dalam Forum Komunikasi DPAC PKB se-Kabupaten Sleman menyatakan sikap bahwa pra muscab yang diselenggarakan di Puri Mataram Resto, Tridadi, Sleman merupakan kegiatan illegal.

Sebab, kegiatan tersebut tanpa diketahui oleh Ketua Dewan Tandfiz PKB Sleman, Agus Choliq dan Ketua Dewan Syuro PKB Sleman, Kyai Nurudin Barnawi. Bahkan, ketua panitia muscab tak mengetahui bahwa dirinya ditunjuk sebagai ketua panitia muscab.

“Mohon para pengurus dan kader PKB berpolitiklah dengan cara santun, yang baik. Jangan main slintutan, sembunyi-sembunyi seperti ini. Jika ada kesalahpahaman, ayo kita saling bertabayun. Kita harus jaga amanat umat dan para kyai,” terang Koordinator Forum Komunikasi DPAC PKB se-Kabupaten Sleman, Churmatul Adha.

Beredar kabar, munculnya muscab Sleman yang tanpa sepengetahuan Ketua Dewan Tandfiz PKB Sleman, Agus Choliq dan Ketua Dewan Syuro PKB Sleman, Kyai Nurudin Barnawi imbas dari kekalahan kandidat PKB pada Pilkada 2020. Kabar lain, kisruh internal PKB juga terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Mucab Kulon Progo yang dihadiri Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistyo dan Sekretaris DPW PKB DIY, Umarudin Masdar juga mendapat penolakan dari sejumlah pengurus DPAC yang adai Kabupaten Kulon Progo. (TI/WartaJogja)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment