News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Merayakan Keberagaman Lewat Lukisan

Merayakan Keberagaman Lewat Lukisan


Aksi melukis wajah on the spot dari Ki Waluyo Kalatida - Dok.Royal House


WARTAJOGJA.ID : Memasuki setahun masa pandemi, salah satu cara agar bisa bertahan adalah tetap beraktivitas di tengah segala keterbatasan yang ada. 

Di tengah situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang beralih menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sempat berlangsung dari Januari-Februari lalu, tak menyurutkan niat dan semangat untuk tetap berkarya di jalur seni, khususnya di bidang seni lukis.

Hal itu terlihat di hari Sabtu (6/2) yang baru lalu. Suasana akrab dan guyub di hari yang cerah ini agak berbeda dari biasanya. Siang itu tampak hadir beberapa seniman, budayawan, pemerhati dan penikmat seni-budaya dari beragam kalangan dan latar belakang yang ikut bergabung dalam kegiatan melukis bersama.

Hadir diantaranya, Yani Sapto Hoedojo, Tazbir Abdullah, M.Baiquni, Nyoman Nurcahyadhi, NN.Mahendrajaya, Liek Suyanto, Otok Bima Sidarta, Rakhmat Supriyana, Bambang Nursinggih, Khamyali, Candra, Emha Irawan, Imam Supriantono, Waluyo Kalatida, Sumpeno, Suwarto, Bambang Haryana, Roofie Mahasena, Lejar D.Hukubun, M.Syafi'i, Joshua Shalom Iki, Luwi Utami, Lies Apriani, Maria Muslimatun, Arita Savitri, Ardhiana Restuwati, Nuniksri, Dwi Setyani, Asfinda R.Zakiyya, Anisyah Padma, Veni Indrayani, serta pelukis perempuan cilik berbakat binaan Royal House, Griselda Jenahara.

Agenda Mingguan

Kegiatan Melukis Bersama bertajuk Merayakan Keberagaman Seni ini, telah diinisiasi menjadi salah satu program andalan mingguan setiap akhir pekannya. Kegiatan yang akan diselenggarakan hingga jelang memasuki bulan Ramadhan, April nanti itu, akan mulai rutin digelar setiap hari Sabtu yang dihelat di Rumah Budaya Royal House Cultural Activities, yang terletak di jalan Gito-Gati 17, RT/RW 03/13, Rejodani 2, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.


Karya kolaborasi Griselda Jenahara dan Maria Muslimatun - Dok.Royal House


Momentum ini, sekaligus menjadi ajang reuni dan silaturahmi setelah banyak melakukan aktivitas Work From Home (WFH) pasca Pandemi Covid-19 melanda negeri ini setahun silam.

Secara bebas tanpa disadari beberapa karya peserta yang ikut melukis itu memunculkan ragam gaya lukis yang khas, seperti realisme, naturalisme, abstraksionisme, dekorativisme, fauvisme, surealisme, ekspresionisme, impresionisme.

Kegiatan melukis bersama ini, tak pelak sanggup menghasilkan karya-karya yang unik dari peserta yang ikut terlibat dalam agenda event mingguan itu. Semua peserta yang umumnya adalah awam di bidang seni lukis ini, menjadi semakin menarik karena setiap peserta tetap bebas dalam menyikapi setiap ruang dalam bidang kanvasnya masing-masing. 

Sembari tetap didampingi oleh Chamit Arang, perupa sekaligus Koordinator Divisi Seni Rupa, Royal House. 

Sebagai pendukung agenda ini, pihak Royal House juga menggandeng produsen peralatan lukis ternama, PT.Bino Mitra Sejati, Yogyakarta sebagai penyedia material, berupa Giotto Decor Acrylic dan Lyra Giotto Art Brush. 


Aktivitas para peserta Melukis Bersama - Dok.Royal House


Seperti penjelasan Marketing PT.Bino Mitra Sejati, Alvian Dhian Agung. 

"Kami beruntung bisa menjadi bagian dari momentum Melukis Bersama ini. Setelah setahun semua aktivitas promosi dan marketing ikut mati suri akibat pandemi."

Bangkitkan Semangat

"Saya senang dan menikmati setiap prosesnya. Juga mengapresiasi agenda semacam ini, apalagi bisa ikut menjadi bagian dari kegiatan seni yang positif di tengah pandemi. Aktivitas ini, sekaligus menjadi terapi psikologi. 

Bagaimana bisa mengolah rasa dan pikir dalam menuangkan bentuk-bentuk ide kreatif hingga bisa menjadi karya lukis yang bisa dinikmati bersama," papar Yani Sapto Hoedojo dari Sapto Hoedojo Art Gallery.


Merayakan Keberagaman usai agenda event Melukis Bersama - Dok.Royal House


Senada dengan itu, Tourism Advisor, Tazbir Abdullah, SH, M.Hum, juga ikut menyambut baik dan mendukung kegiatan positif di tengah situasi pandemi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. 

"Setelah ikut mencoba ternyata kegiatan melukis ini bisa memberi arti, serta memiliki tantangan dan keasyikkan tersendiri jika bisa ditekuni secara khusus," ungkap Pengamat Pariwisata Nasional yang mengaku baru pertama kali menggoreskan kuasnya di atas kanvas itu lebih lanjut.

Apa yang menjadi kegelisahan para pelaku seni budaya ini, juga menjadi perhatian khusus dari Lurah Sariharjo, H.Sarbini, S.Sos. Sebagai Pemangku Budaya Desa Sariharjo, ia sempat datang berkunjung dan berbincang ringan dengan peserta untuk melihat kegiatan yang menurutnya sangat bermanfaat. 

"Kegiatan seperti ini perlu didukung untuk membangun semangat baru bagi para pelaku seni budaya agar tetap bisa bertahan melewati situasi kondisi yang terjadi sejauh ini."

Sebagai Rumah Budaya, kami di Royal House harus bisa memiliki cara dan strategi untuk tetap berkreasi di tengah pandemi. "Kegiatan melukis bersama ini menjadi penanda jejak dan langkah untuk menjaga semangat berkesenian dan kebersamaan, sekaligus bagian dari sosialisasi visi kami, untuk Keberagaman dan Pemberdayaan Seni-Budaya," tandas Arya Pandhu, selaku Programme Manager, Rumah Budaya Royal House Cultural Activities, menutup perbincangan. (***)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment