News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cerita Putri Keraton Saat Divaksin Covid-19 : Mules Sejak Pagi

Cerita Putri Keraton Saat Divaksin Covid-19 : Mules Sejak Pagi




GKR Mangkubumi disuntik vaksin corona di JEC, Kabupaten Bantul, DIY (dok Humas DIY)

WARTAJOGJA.ID:  Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atau Pemda DIY menggelar vaksinasi massal bagi ASN, instansi vertikal, dan lembaga khusus di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, DIY. Vaksinasi massal tersebut berlangsung pada 15-19 Maret mendatang. 

Pada hari pertama, para putri Keraton Yogyakarta tampak turut divaksin. Mulai dari GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, dan GKR Bendara disuntik vaksin pada lengannya. 

GKR Mangkubumi, putri pertama Sri Sultan ini mengatakan selain putri keraton, keluarga keraton yang lain juga turut divaksin. GKR Mangkubumi mengaku sempat merasa takut divaksin. 

"Iya (divaksin), adik-adikku, suamiku, terus komplitlah. Dua minggu lagi kita yang kedua," kata GKR Mangkubumi. 

Saat disinggung apakah merasakan efek samping usai divaksin, dia mengaku tidak ada efek apapun yang dia rasakam 

"Nggak sakit sih. Cuma saya mulesnya sejak pagi (karena) takut," katanya. 

Dengan masifnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah, GKR Mangkubumi berharap seluruh masyarakat bisa segera divaksin. Hal ini menurutnya penting untuk memjafa kesehatan masyarakat. 

"Masyarakat tentunya sebisa mungkin divaksin karena vaksin itu tujuannya untuk menjaga kesehatan," katanya. 

Meski sudah divaksin, dia berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes DIY Agus Priyanto menjelaskan selama 5 hari total ada 11.600an orang yang terdaftar untuk vaksinasi. Dijelaskan, vaksinasi ini juga meliputi para pegawai kontrak baik di OPD maupun instansi vertikal lain. Para clining service hingga satpam juga turut divaksin.  

"Terdiri dari tiga unsur yaitu OPD Pemda DIY, instansi vertikal, dan lembaga khusus termasuk jurnalis," kata Agus. 

Lanjut Agus, untuk instansi vertikal yang dimaksud seperti Bank Indonesia, Diklat Kemendagri, hingga Diklat Keuangan. Untuk lembaga khusus selain sejumlah jurnalis juga ada dari Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. 

“Cuma vertikal sendiri belum semua, ini baru 32 dari 70an instansi vertikal. Nanti Keraton itu lembaganya (lembaga khudus). Hari ini ada putra putri Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman,” ujarnya.  (Csg)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment