News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Anggota MPR RI Gandung Pardiman : Golkar Jadi Benteng Penghadang Bagi Siapapun Yang Ingin Peras Pancasila

Anggota MPR RI Gandung Pardiman : Golkar Jadi Benteng Penghadang Bagi Siapapun Yang Ingin Peras Pancasila



Anggota MPR RI HM Gandung Pardiman MM


WARTAJOGJA.ID : Anggota MPR RI HM Gandung Pardiman MM mengungkapkan, saat ini masih ada upaya yang berusaha untuk mengubah ideologi Negara. 

Oleh karena itu, Partai Golkar tetap berkomitmen menjaga  keutuhan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.  

"Golkar akan menjadi benteng bagi siapapun yang ingin memeras Pancasila. Memang ada ancaman ideology negera, karena itu Partai Golkar akan menjadi benteng menjaga keutuhan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Drs HM Gandung Pardiman MM dalam sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Balai Dusun Legundi, Planjan, Saptosari, Rabu (17/3).

Kegiatan dihadiri  , Bupati Gunungkidul H Sunaryanta, Wakil Bupati  Heri Susanto MSi, Ketua Yayasan GPC Syarif  Guska Laksana , Ketua DPD Golkar yang juga Waket DPRD Gunungkidul Heri Nugroho SS, anggota fraksi Golkar Eri Agustin, Sarjana,  Tim Asistensi Drs HM Gandung Pardiman diantaranya John S Keban, Erwin Nizar, Agus Subagyo, Dedi, Ketua Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Hendri, Ketua GPC Handayani  Haryanto dan undangan.  

“Sampai sekarang Partai Golkar paling konsisten untuk menjaga ideologi Negara. Siapapun yang akan merongrong ideologi Negara akan berhadapan dengan Golkar,” tegas Gandung Pardiman yang juga Ketua DPD Golkar DIY ini. 

Gandung Pardiman menambahkan, ada konsep yang ingin memeras Pancasila menjadi Eka Sila, Tri Sila dan akan menjadi gotong-royong. 

Ancaman ini perlu untuk diantisipasi dan dihadang. Jangan sampai Pancasila yang merupakan idelogi Negara ini diperas-peras. “ Partai Golkar akan menjadi penjaga atau benteng pertahanan Pancasila,” katanya.

(Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment