News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PPKM Yogya Diperpanjang Ketiga, Wisatawan Bisa Nikmati Lesehan Sampai Jam 9 Malam

PPKM Yogya Diperpanjang Ketiga, Wisatawan Bisa Nikmati Lesehan Sampai Jam 9 Malam



Pertokoan tutup lebih awal saat PPKM mulai dijalankan di Yogya (11/1/2021)

WARTAJOGJA.ID : Ada kabar sedikit melegakan bagi pelaku usaha jasa wisata di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa ekonomi terus melambat belakangan ini.

Meski Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dari 9 hingga 23 Februari 2021, namun kali ini para pelaku usaha bisa beroperasi lebih lama yakni hingga pukul 21.00 WIB.

"Kami sudah sepakati bersama pemerintah kabupaten/kota, karena kasus mulai agak menurun setelah PPKM pertama dan kedua, pada PPKM ketiga ini tempat usaha sedikit dilonggarkan operasionalnya sampai 21.00 WIB," ujar Sultan HB X di Kepatihan Yogya Sabtu 6 Februari 2021.

Sebelumnya para pelaku usaha jasa khususnya di bidang makanan/minuman di Yogya protes karena jam operasional saat PPKM pertama dan kedua hanya membatasi sampai pukul 19.00 dan 20.00 WIB. 

Kawasan lesehan favorit wisatawan seperti Jalan Malioboro, Jalan Mangkubumi, Alun-Alun Utara dan Selatan, hingga Jalan Solo menjadi sangat sepi kunjungan.

Mereka yang kebagian jatah berdagang saat sore-malam hari pun akhirnya tak sedikit yang memilih tutup. Bahkan beberapa mengaku pilih menjual peralatan dagangnya dan alih profesi. Sebab alternatif take away atau bawa pulang bagi pembeli juga tak bisa jadi solusi.

Sultan mengatakan pihaknya sendiri percaya jika para pelaku usaha itu sebenarnya sudah paham dan tertib protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19.

"Tapi yang jadi masalah adalah yang beli, mereka kebanyakan akan berkerumun. Saya berharap walaupun bisa beroperasi sampai jam 21.00 penjual juga mau mengatur protokol di tempat usahanya," ujar Sultan.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan seharusnya pemerintah juga berfokus pada pengawasan mobilitas penduduk saat pagi hingga sore juga. Tidak hanya sekedar membatasi bagi mereka yang berkegiatan pada malam hari. 

"Pedagang yang berdagang sore-malam di Malioboro memilih tidak berdagang karena dibatasi sampai pukul 19.00-20.00 WIB karena mereka rata rata untuk lesehan baru buka jam 17.00 WIB," ujar Ketua APKLI DI Yogyakarta Mohlas Madani.
 
Mohlas mengatakan saat ini 20 ribu anggotanya sama sama mengalami omset pendapatan terus menurun luar biasa. 

"Mahasiswa tak ada, wisatawan juga sehingga penghasilan turun lebih dari 50 persen," ujarnya.

Ketua APKLI Kota Yogya, Wawan S mengatakan ia sudah tak berjualan selama hampir setahun karena pandemi ini.

Karena saat pendapatan berkurang, pihaknya harus membayar gaji karyawan sehari Rp 80 ribu. 

"Apalagi saat ada PPKM ini, omzet  terjun bebas tinggal 25 persen terutama bagi yang berjualan sore hari," ujarnya. (Vin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment