News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dinkes Yogya: Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Pasca Divaksin  

Dinkes Yogya: Belum Ada Laporan Efek Samping Berat Pasca Divaksin  


Ilustrasi vaksinasi (ist)


WARTAJOGJA.ID: Masyarakat tidak perlu khawatir maupun takut untuk disuntik vaksin Covid-19. 

Sampai sekarang Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan, belum menerima adanya laporan efek samping berat terhadap para penerima vaksin Covid-19 di Kota Yogyakarta. 

Rata-rata setelah disuntik, para penerima vaksin Covid-19 mengalami efek samping ringan dan tidak lama.

“Sementara ini kejadian ikutan pasca imunisasi yang dilaporkan ringan. Ada yang demam, bengkak, merah, pusing, meriang, mual serta mudah lapar dan mengantuk,” kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma RahmI Aryani, Minggu  (28/2/2021).

Emma juga tidak merasakan efek samping berat setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua. Dia hanya merasakan mudah mengantuk setelah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua. Efek samping ringan tersebut hanya berlangsung beberapa hari setelah disuntik vaksin Covid-19.

“Kejadian ikutan pasca imunisasi terasa setelah disuntik dan ada yang beberapa jam terasa,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun 2017 tentang penyelenggaran imunisasi, ada potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yakni semua kejadian medik setelah imunisasi dan diduga terkait imunisasi. 

KIPI biasanya berdampak ringan seperti demam ringan, ruam merah, bengkak merah dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi atau divaksin. 

Reaksi itu normal dan akan menghilang dalam waktu 1-3 hari. Jika mengalami dugaan KIPI masyarakat diimbau melapor ke fasilitas layanan kesehatan. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat KIPI akan diberikan pengobatan dan perawatan selama investigasi dan pengkajian KIPI.

Dinkes Kota Yogyakarta JUG meningkatkan sosialisasi terkait vaksinasi Covid-19 di masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar. “Kami setiap hari melakukan sosialisasi program vaksinasi Covid-19 dengan mobil promkes keliling kota,” tambah Emma.

Pihaknya menegaskan program vaksinasi bagian dari pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok. Sejumlah tokoh profesi kesehatan dan tokoh agama serta Forum Pimpinan Komunikasi Daerah telah divaksin. Diharapkan menjadi contoh di masyarakat.

“Sudah ada panutan para tokoh yang sudah disuntik vaksin Covid-19 kondisinya aman, sehingga masyarakat tidak takut apabila pada saatnya melaksanakan vaksin Covid-19,” ucapnya.

Dia menyebut sebanyak 19.897 pelaku pariwisata di Malioboro dan Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta sudah masuk dalam daftar vaksinasi massal pada Senin (27/2/2021)/ Vaksinasi massal itu mengawali vaksinasi tahap kedua untuk pelayan publik di Kota Yogyakarta.

"Data sudah disetorkan. Dari Dinkes diverifikasi, lalu didaftarkan ke Pusdatin. Alhamdulillah sudah masuk semua. Sehingga, besok (Senin (1/3/2021), peserta tinggal datang saja dan akan dipanggil sesuai data tersebut," pungkas Emma.(Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment