News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Umur TPST Piyungan Kian Pendek, Pengelolaan Sampah DIY Mendesak Dibenahi

Umur TPST Piyungan Kian Pendek, Pengelolaan Sampah DIY Mendesak Dibenahi

 

 Diskusi media di DPRD DIY pada Kamis (17/12/2020)


WARTAJOGJA.ID: Diskusi media di DPRD DIY pada Kamis (17/12/2020) membahas isu krusial persoalan sampah di DIY. Khususnya di TPST atau TPA Piyungan.

Dalam kesempatan itu Arief Azazie Zain, Kabid Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY menyatakan bahwa jangka waktu operasional TPA Piyungan ditargetkan hanya untuk 20 tahun saja, namun harus diperpanjang hingga 2025 karena menanti adanya pihak swasta yang melakukan pengelolaan.

Pemda menurut dia bukan tanpa upaya sembari menanti lima tahun kedepan di antaranya pembuatan jalan truk, pagar hingga penghijauan pohon-pohon bambu.

“Kita belum tahu kedepan pengelolaan sampah ini seperti apa karena kan swasta, bisa bentuk briket atau apa sesuai teknologi mereka. Tahun ini (2020) ada anggaran Rp 10,7 miliar dari APBD untuk sampah ini,” tandas dia.

 Adapun Kasi Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DIY Jiyo menyebut usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan sudah habis sejak 2014 lalu. Kondisi Piyungan sudah sangat overload sampah dan lebih parah ketika musim hujan melanda seperti saat ini.

“Saya kalau musim hujan seperti ini tidak bisa tidur nyenyak, apalagi kalau hujan seharian karena mikirnya pasti ada masalah di TPA Piyungan. Usianya sebenarnya sudah habis sejak 2014 lalu, tapi kan sampai sekarang tetap beroperasi. Yang kita upayakan daat ini untuk menampung, menyelamatkan agar sampah tak menimbulkan masalah lagi. Saat ini sampah sudah overload, bagaimana agar tidak mbleber misalnya di buat bronjong dan sebagainya itu,” kata Jito.

Amir Syarifudin, Anggota Komisi C DPRD DIY yang menilai Pemda DIY tak memiliki keberpihakan dalam mengurai permasalahan sampah. Pasalnya, sejak 2014 saat Piyungan seharusnya sudah selesai, Pemda tak kunjung punya solusi riil pengelolaan sampah sampai saat ini.

“DIY beli hotel saja bisa dengan danais, masak mengelola sampah tidak bisa. Sampah di Piyungan itu masalahnya sudah luar biasa, ya bau, ya tumpukan kalau hujan dan masalah sosial lainnya. Menurut saya ini tinggal keberpihakan saja, bagaimana kita punya kemauan mengurai masalah sampah ini,” tegasnya.

Amir pun mendesak Pemda DIY segera mencari jalan keluar terbaik memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah. Apalagi, ketika menanti tahun 2025 masih ada jarak waktu lima tahun yang cukup lama karena sampah terus menumpuk setiap hari.

“Ini mendesak karena masyarakat sudah sangat terganggu karena kebutuhan air bersih harus beli, lalu irigasi tidak cukup dan bahkan talud yang ambrol karena dilewati truk setiap hari. Penderitaan masyarakat ini sudah bertumpuk kalau saya bilang,” katanya.

(Arifin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment