News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cara Unik Seniman Yogya Siasati Pameran Virtual Agar Tak Membosankan 

Cara Unik Seniman Yogya Siasati Pameran Virtual Agar Tak Membosankan 




WARTAJOGJA.ID: Sejumlah seniman di Yogyakarta membuat jalur baru agar bisa tetap menggelar pameran hasil karyanya di masa pandemi COVID-19.

Walaupun wadah untuk menggelar pameran secara virtual atau daring sudah marak, namun tetap diakui sensasinya masih kurang mendekati dibanding pameran karya secara langsung atau luring alias luar jaringan.

Upaya untuk mendobrak stagnasi pameran virtual itu pun coba dilakukan agar pengunjung tak bosan dan bisa lebih merasakan atmosfer utama dalam pameran virtual yang ingin ditonjolkan tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Melalui pameran bertajuk Multiverse Voyager, tiga kelompok seniman Yogyakarta Fajar Yudistira, UVISUAL, dan JVMP menawarkan cara baru menikmati seni visual secara digital.

Karya mereka ditampilkan menggunakan teknologi video 360 derajat. Di mana pengunjung pameran yang ingin menikmatinya perlu memakai kacamata virtual reality (VR).

Karya-karya para seniman itu ditampilkan melalui ruang pamer virtual swadaya www.jagadmaya.id mulai 21 November-3 Desember 2020.

"Teknologi 360 derajat yang digunakan untuk menikmati karya seniman dalam pameran ini hanya instrumen kecil supaya realita palsu bisa dirasakan secara nyata," ujar Project Director jagadmaya.id Ishari Sahida yang akrab disapa Ari Wulu Sabtu petang 21 November 2020.

Ari menuturkan karya yang ditampilkan para seniman dalam pameran ini berbeda dari pameran virtual umumnya. Karena menawarkan pengalaman imajinasi tak terbatas kepada pengunjung.

"Jadi pengunjung akan mendapatkan pengalaman seperti perjalanan melintasi ruang dan waktu secara virtual, menemui berbagai karya dalam perjalanan itu dan diajak menginpretasikannya secara subyektif," kata Ari yang selama ini aktif menggawangi Yogyakarta Gamelan Festival itu.

Di pameran perdana ini, diisi berbagai karya seni visual bertema alam semesta. Pengunjung diajak merasakan menjadi manusia penjelajah yang tidak pernah berpuas diri pada satu keadaan. Dengan menembus batas ruang dan waktu dalam perjalanan ke alam semesta lain, manusia mencari hal-hal yang lebih baik ketimbang alam semestanya sekarang.

"Alam semesta menjadi tema besar karena alam semesta itu tidak tunggal dan tak terhingga jumlahnya membentuk multiverse," ujar Ari.

Ari melanjutkan, karya seni berbasis laman yang dikembangkan ini diproyeksikan menjadi jembatan yang baru untuk menghubungkan antar dimensi tidak kasat mata atau hiperealitas.

Karya-karya yang ditampilkan, belum tentu sama dengan dimensi yang menjadi tempat tinggal manusia saat ini. 

Salah satu kurator pameran itu, S. Wibowo J, mengungkapkan seni visual menjadi salah satu cara menjelajahi alam semesta yang tidak terbatas.

Melalui teknologi 360 derajat, manusia bisa mengarungi alam semesta lain yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Para seniman yang mengisi pameran itu bukan orang baru dalam dunia seni digital Yogyakarta. Misalnya Fajar Yudistira adalah pelaku industri kreatif Yogyakarta yang sejak 2007 kerap terlibat dalam proyek dan konser visual, augmented reality, sampai video mapping.

Sedangkan UVISUAL adalah studio seni digital yang dikembangkan dari komunitas multimedia di Bandung sejak 2014. UVISUAL fokus pada pemetaan video, instalasi seni, visual jockey, augmented reality, dan virtual reality.

Adapun Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) adalah komunitas seniman visual yang menciptakan banyak karya kolektif di dalam dan luar ruangan sejak 2013. JVMP mengumpulkan mereka yang tertarik di bidang teknologi, video, animasi, multimedia, dan visualisasi pencahayaan. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment