News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ricuh PP di Bantul, Polisi Amankan Lokasi

Ricuh PP di Bantul, Polisi Amankan Lokasi



ilustrasi ricuh

WARTAJOGJA.ID : Pawai Simpatik ratusan orang Pemuda Pancasila (PP) di Yogya dalam memperingati HUT ke-61 tahun Pemuda Pancasila diwarnai ricuh di Bantul Rabu, 28 Oktober 2020.

Kronologis yang dihimpun,  bermula ketika rombongan Pawai Simpatik melintasi sejumlah rute dengan massa sekitar 200 yang berangkat dari Maliboro City, Jalan Solo tempat markas PP DIY.

Namun sekitar pukul 13.12 WIB, saat rombongan itu melintas depan sebuah rumah yang diduga merupakan markas PP Bantul di kawasan Jalan Bantul, Cepit, Pendowoharjo, Kecamatan Sewon tiba tiba terjadi ricuh dalam bentuk pelemparan batu. Belum diketahui pasti motif kericuhan itu.

Aparat kepolisian dari Polres Bantul sendiri langsung datang dan melerai agar ricuh itu tak berkepanjangan dan mengganggu pengguna jalan. Lalu rombongan massa Pemuda Pancasila DIY itu melanjutkan perjalanan ke arah Tembi. 
  
Seorang pria dikabarkan terluka dalam kejadian tersebut atas nama Indarto, 49 tahun yang mengalami luka di kepalanya akibat terkena lemparan batu. Pria itu langsung dibawa ke RS PKU Bantul untuk mendapat pertolongan. 

Dalam kejadian ini, Polres Bantul juga mengamankan sejumlah orang untuk menyelidiki peristiwa ricuh tersebut. 

Kapolres Bantul Ajun Komisrais Besar Polisi Wachyu Tri Budi mengaku langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian begitu mendapat informasi itu.

"Kami telah melakukan langkah-langkah olah tempat kejadian perkara maupun mengamankan lokasi," ujarnya seperti dilansir dari tagar.id

Menurut Kapolres, polisi mengamankan kendaraan yang terdiri dua mobil dan satu sepeda motor untuk diselidiki. "Enam orang kami periksa untuk mengetahui motif kasus ini," ungkapnya.

Dia mengimbau agar masyarakat Bantul tetap tenang. "Apalagi kondisi sedang menjelang Pilkada maka harus tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi. Tetap percayakan penyelesaian kasus ini pada polisi yang akan berusaha semaksimal mungkin,” katanya. 

Sedangkan korban luka dalam ricuh itu, Indrato, disebut merupakan kakak dari tokoh Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto.

“Saya menyerahkan kasus ini ke polisi untuk diusut tuntas. Saya juga meminta teman-teman PP Bantul tetap tenang, tidak bergerak sendiri, agar situasi tetap kondusif,” kata Doni.

(***)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment