News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Taft Pick Up Ini Tak Diberikan Pemiliknya Walau Dibayar Duit Rp 150 Juta !

Taft Pick Up Ini Tak Diberikan Pemiliknya Walau Dibayar Duit Rp 150 Juta !

Taft pick up yang langka

WARTAJOGJA.ID : Komunitas Taft Diesel Indonesia (TDI) Jogja memiliki sejumlah koleksi lawas yang menjadi buruan kolektor dengan harga tinggi.

Salah satunya Daihatsu Taft Hiline F70 keluaran tahun 2002 yang mengusung model pick up, yang di saat produksinya dulu tak dijual massal ke publik.

“Saya mendapatkan tiga unit Taft Hiline pick up itu dari hasil lelang BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah tahun 2015 lalu,” ujar Muhammad Nur Hidayat, anggota TDI Jogja Sabtu 4 Juli 2020.

Mobil berwarna merah marun itu diperoleh Nur dengan rentang harga Rp 45 dan 65 juta per unitnya. Mobil itu masih menggunakan mesin seri Taft pada umumnya yakni 2.800 cc.

“Saat baru datang ke Yogya, ada orang dealer Daihatsu datang lalu mengajak saya ke dealernya untuk memilih satu Grand Max baru sebagai ganti satu unit Taft pick up ini, tapi saya belum mau,” ujar Nur. Saat itu harga satu unit Daihatsu Grand Max baru sekitar Rp 145 juta.

Pria yang berkerja menjadi direktur sebuah perusahaan Internet Service Provider (ISP) itu mengaku awalnya hanya ingin memuaskan impian masa kecilnya yakni memiliki mobil jenis jip khususnya Taft dengan ban besar-besar ala offroad.

Lalu saat sedang bertugas di Kalimantan, ia mendapatkan informasi adanya lelang mobil itu dan coba mengikutinya. Ia sangat terkejut, ternyata yang dilelang termasuk seri terlangka.

“Saat itu ada 16 unit Taft pick up yang dilelang, saya dapat tiga unit,” ujar Nur.

Dari informasi yang ia peroleh, mobil itu merupakan unit yang dipesan khusus untuk operasional BKSDA Kalimantan Tengah sebagai kendaraan pemadam kebakaran hutan tahun 2003. Sehingga hanya dipakai saat ada kegiatan pemadaman saja. Kilometernya saat dilelang pun masih diangka 8.000 kilometer.

Untuk membawa pulang ke Yogyakarta, Nur mengaku harus menempuh perjalanan satu minggu melalui jalur darat dan laut. Dari Palangkaraya sampai Banjarmasin ia menempuh perjalanan darat dua hari.

Taft pick up nan langka

Disambung 38 jam perjalanan menggunakan kapal laut. Lalu sesampainya di Surabaya ia melanjutkan dengan perjalan darat lagi sampai Yogyakarta. Jadi hampir seminggu ia membawa pulang unit Taft pick up itu.

Nur mengaku puas bisa mendapatkan unit Taft pick up tanpa sengaja itu. Menurutnya kondisinya masih baik secara keseluruhan. “Semua masih orisinil, belum saya otak atik banyak,”  ujarnya.

Meski sudah berumur, Taft pick up itu masih sangat nyaman dan kuat. Bahkan saat banjir melanda Kabupaten Bantul tahun 2019 lalu, mobil itu juga turun untuk membantu evakuasi, menerabas medan yang sulit dilalui mobil biasa.

“Saat itu ketinggian air banjir sudah sampai pintu, tapi mobil ini tetap jalan lancar tanpa kendala,” ujar Nur. (Jack/Drs)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment