News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ramadan, Yogya Dan Asosiasi Pengusaha Beras Gencarkan Operasi Pasar

Ramadan, Yogya Dan Asosiasi Pengusaha Beras Gencarkan Operasi Pasar



WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kota Yogyakarta pekan ini mulai menggencarkan operasi pasar beras demi menjaga kestabilan harga di masa bulan ramadan yang diwarnai pandemi Covid 19.

Operasi pasar ini menggandeng Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Yogya untuk penyediaan berasnya. Dengan sasaran utama warga tak mampu dan terdampak Covid.

"Stok beras relatif aman saat ramadan ini, namun yang diantisipasi dari operasi pasar ini untuk mencegah munculnya tren pembelian besar-besaran lalu menimbunnya karena ada pandemi," kata Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi Selasa 12 Mei 2020.

Heroe menjelaskan meskipun wabah Corona masih terjadi dan sudah dilewatkan satu bulan lebih, stok pangan tak mengalami gangguan. Panen padi masih berlangsung di kabupaten-kabupaten se DIY yang selama ini menjadi lumbung pangan daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono  menururkan dalam operasi pasar beras putaran pertama yang digelar pekan ini, disediakan beras 5,5 ton beras untuk warga miskin di tiga kelurahan lebih dulu yang mengajukan.

Putaran operasi pasar berikutnya akan merespon kelurahan-kelurahan yang juga meminta operasi.

Dalam operasi pasar beras ini harganya dibanderol Rp 9 ribu per kilogramnya atau lebih murah Rp 1000 dari operasi beras biasanya yang mencantumkan harga Rp.10 ribu perkilogram.

"Operasi tahap pertama untuk mendorong masyarakat aktif mengajukan operasi di wilayahnya melalui RT/RW, kelurahan maupun kecamatan. Minimal diketahui oleh kelurahan dan secara berjenjang," katanya.

Lurah Suryatmajan, Kota Yogya, Dodo Limono menuturkan, operasi pasar beras yang dilakukan bisa untuk memetakan sebenarnya sejauh mana daya beli masyarakat di masa pandemi ini .

"Pandemi ini membuat daya beli masyarakat turun. Namun dengan harga beras seperti operasi pasar ini sangat diminati masyarakat," ujarnya. 

Ia mengatakan target awal untuk operasi pasar ini hanya mengalokasikan 1 ton beras namun ternyata melebihi target hingga 2,5 ton.

Operasi pasar dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid agar tidak berkerumun. 

Distribusi beras dilakukan dengan mengirim stok langsung ke tiap-tiap RT/RW dan masyarakat tinggal mengambil beras yang telah dipesan.

Ketua Perpadi DIY, Arif Yunianto Kurniawan sebelumnya mengatakan  masyarakat di DIY tak perlu khawatir dengan stok bahan pangan yang ada di masa pandemi ini. Sebab ketersediaan bahan pokok itu relatif aman hingga setidaknya sampai tiga bulan ke depan.

"Panen di Yogya selalu berkelanjutan. Sehingga tidak perlu khawatir stok pangan menipis. Jikalau pun habis, kami sudah memiliki jaringan di berbagai daerah di pulau Jawa," ujarnya.

(Zan/Hrf)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment