News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cara Balai Besar Yogya Jaga Pamor Batik Tak Tenggelam

Cara Balai Besar Yogya Jaga Pamor Batik Tak Tenggelam

WARTAJOGJA.ID : Batik mungkin saat ini masih menjadi barang buruan wisatawan saat menyambangi Yogyakara untuk dijadikan cinderamata.

Kerajinan batik juga masih cukup mudah ditemui di berbagai sentra yang tersebar di Kota Gudeg. Pengrajin batik ada di tiap kabupaten/kota di Yogyakarta dan masih menjaga motif unggulannya masing masing.

Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta mencatat
industri kerajinan dan batik menjadi salah satu sektor industri yang dapat mengakselerasi  perekonomian daerah dan nasional dengan cepat. 

"Industri kerajinan dan batik bahkan memiliki resiliansi (kemampuan adaptasi) yang tinggi terhadap krisis ekonomi," ujar Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati Rabu 12 Februari 2020.

Kemampuan adaptasi kerajinan batik 
itu terbukti pada pada krisis ekonomi tahun 1998 silam. Industri ini justru meraih manfaat dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 

"Kekuatan dari Industri kerajinan dan batik bersumber dari kreatifitas sumber daya manusia yang membuatnya, faktor lainnya adalah bahan bakunya yang relatif banyak tersedia," katanya.

Namun, ujar Titik, di era revolusi industri 4.0 yang dihadapi saat ini, Industri kerajinan dan batik mendapat tantangan berat untuk berinovasi agar pamornya tak tenggelam.

Menurut Titik, ada beberapa langkah inovasi yang dapat dilakukan pada industri kerajinan dan batik agar produk-produknya mampu menyesuaikan perubahan yang terjadi pada pasar milenial saat ini.

Langkah pertama, masyarakat khususnya perajin perlu berinovasi dengan memanfaatan material baru, eksplorasi olah bentuk, diversifikasi fungsi produk kerajinan dan batik.

Kemudian, langkah kedua dengan cara meng-inovasi proses produksi. 
Cara ini memungkinkan berbagai ragam inovasi proses produksi agar produk yang dihasilkan dapat bersaing dari sisi harga jual, kualitas dan nilai tambah seninya. 

"Pemanfaatan teknologi dan hasil riset yang ada pada lembaga litbang (penilitian dan pengambanganperguruan tinggi dan industri sendiri yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi industri kerajinan dan batik," ujarnya.

Adapun cara ketiga dengan inovasi bisnis. Cara-cara bisnis baru juga dapat dikembangkan agar produk industri kerajinan dan batik dapat lebih diterima pasar atau dapat menjangkau ceruk pasar baru yang belum terolah. Pengemasan / branding baru produk kerajinan dan batik.

Titik mengatakan Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta sebagai salah satu unit litbang Kementerian Perindustrian yang khusus menangani industri kerajinan dan batik belakangan juga gencar menggelar program dalam upaya
meningkatkan daya saing komersial, produktifitas, serta potensi ekspor sektor industri batik dan kerajinan, melalui pendekatan inovasi. 

"Kami tahun ini juga kembali melakasanakan kegiatan Innovating Jogja 2020, yang sudah terlaksana sejak 2016 lalu," ujarnya.

Innovating Jogja merupakan Inkubator Bisnis Teknologi Balai Besar Kerajinan dan Batik yang sejak Tahun 2016  melakukan  pencarian start-up berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik yang dilaksanakan melalui sistem kompetisi.   

Titik memgatakan program itu terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang berdomisili di DI. Yogyakarta dan sekitarnya, berusia di bawah 45 tahun.

Syaratnya peserta hanya wajib memiliki inovasi dan semangat untuk menjadi wirausaha mapan. Dan  mengirimkan ide dan inovasinya di bidang kerajinan dan batik secara online melalui website resmi BBKB Yogya. Pendaftaran itu paling lambat tanggal 31 Maret 2020.

Nanti calon peserta yang ide dan inovasinya tersaring secara admistratf akan diminta melakukan presentasi pada tanggal 7-9 April 2020 di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Berdasarkan presentasi tersebut tim juri akan memilih calon peserta yang akan mengikuti kegiatan bootcamp yang akan dilakukan selama 3 hari 2 malam pada tanggal 14-16 April 2020. Dalam bootcamp tersebut, akan dilakukan penajaman visi bisnis, workshop rencana bisnis dan rencana kerja melalui pendampingan konsultan Bisnis dari Bio Hadikesuma Management Training and Consulting (BHMTC). 

Pada akhirnya tim juri memilih 3 sampai 4 ide bisnis yang berhak menjadi tenant inkubator bisnis teknologi Innovating jogja 2020 serta mendapatkan fasilitas bahan produksi sebesar 20 juta Rupiah, pendampingan dan konsultasi bisnis dan akses pengguna laboatorium produksi di Balai Besar Kerajinan dan Batik.

(Wit)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment