Sido Muncul Ikuti Ajang WCCE 2026: Terus Merawat Tradisi Lewat Inovasi dan Kolaborasi Kreatif
WARTAJOGJA.ID : PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional dengan turut mengambil bagian dalam ajang prestisius The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.
Kehadiran perusahaan jamu dan obat herbal terkemuka di Indonesia ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan sebuah wujud nyata konsistensi jenama lokal dalam merawat akar tradisi tanpa berhenti berinovasi. Melalui keikutsertaan ini, Sido Muncul menghadirkan beragam produk unggulan dari berbagai lini mereknya serta instalasi visual yang merekam perjalanan panjang perusahaan dari masa ke masa.
Partisipasi aktif Sido Muncul ini dinilai sangat selaras dengan tema utama yang diusung dalam WCCE 2026, yakni "Inclusively Creative: Collective Continuity". Tema tersebut merefleksikan bagaimana warisan leluhur dan identitas lokal dapat terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi mendatang melalui sentuhan kreativitas yang inklusif. "Kehadiran ini mencerminkan semangat Sido Muncul untuk terus mengembangkan warisan dan kearifan lokal Indonesia agar tetap relevan di tengah perubahan zaman," tulis perwakilan manajemen Sido Muncul dalam rangkaian pameran tersebut.
Dalam perhelatan tingkat dunia ini, Sido Muncul memikat perhatian pengunjung melalui dua instalasi khusus yang mengangkat evolusi perusahaan. Instalasi pertama menyajikan narasi visual yang mendalam mengenai sejarah pendirian dan perjalanan Sido Muncul dari masa ke masa. Pengunjung dapat melihat sebuah cerita tentang proses perjuangan, perkembangan lini produksi, hingga berbagai pencapaian gemilang yang membentuk perusahaan hingga berdiri kokoh sebagai industri modern saat ini. Mulai dari akar tradisi pengobatan herbal rumahan hingga menjadi industri farmasi berstandar tinggi, seluruh perjalanan tersebut terangkum secara apik dan edukatif.
Tidak hanya menampilkan sejarah korporasi, instalasi kedua menyoroti evolusi produk ikonik Tolak Angin dalam mengeksplorasi kreativitas melalui berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Perusahaan menyadari bahwa untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda, diperlukan strategi komunikasi yang lekat dengan denyut nadi budaya populer. "Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Tolak Angin mengeksplorasi pendekatan komunikasi yang beragam untuk menjangkau audiens melalui cara yang lebih dekat dengan perkembangan budaya populer," ungkap perwakilan Sido Muncul dalam penjelasannya kepada publik.
Rekam jejak kolaborasi kreatif yang pernah dijalankan oleh Sido Muncul bersama sejumlah pihak ternama juga dipamerkan secara terbuka kepada para delegasi WCCE 2026. Perusahaan terbukti aktif menggandeng berbagai pelaku industri kreatif dari spektrum yang berbeda, mulai dari jenama ilustrator lokal populer Tahilalats, lini ritel fesyen global UNIQLO, hingga merek gaya hidup terkemuka Paul. Kolaborasi unik ini membuktikan bahwa produk herbal tradisional mampu beradaptasi dengan tren modern tanpa kehilangan esensi dan kualitas aslinya.
Melalui keikutsertaan di WCCE 2026, Sido Muncul berharap dapat terus menginspirasi para pelaku industri kreatif di Indonesia untuk terus berkarya dengan berpijak pada kekayaan budaya lokal. Perpaduan harmonis antara tradisi, kreativitas, dan inovasi global yang ditampilkan Sido Muncul di panggung internasional ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa warisan Nusantara memiliki daya saing yang tinggi dan layak untuk terus berkembang di masa depan.
Post a Comment