HUT ke-69, Nuryadi Ingatkan Kader Banteng Jaga Ideologi dan Amanat Perjuangan Bung Karno
WARTAJOGJA.ID — Memasuki usia ke-69 tahun, Ketua DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nuryadi, menyampaikan pesan khusus kepada kader-kader muda Banteng Gunungkidul. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pegangan ideologis dan meneruskan amanat perjuangan Bung Karno.
Pesan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Pendidikan Kader Pratama (PKP) PDI Perjuangan Gunungkidul di Hotel Eden 2, Hargobinangun, Sleman, Jumat malam, 6 November 2026.
Di hadapan para kader, Nuryadi meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan selama tiga hari dengan serius. Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar kegiatan formal untuk memenuhi jenjang organisasi, melainkan proses membentuk karakter, memperkuat pemahaman ideologi, dan mempersiapkan kader menjalankan penugasan partai.
"Jika ikut kaderisasi niatnya hanya caleg, tidak usah. Nanti hanya merusak partai, nyaleg sikut-sikutan karo koncone dewe, ambil peran di politik, tapi kudu sabar," tegas Nuryadi.
Setelah mengikuti pendidikan, para kader diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka harus memahami persoalan rakyat, membaca perkembangan situasi, serta mengenali peta politik di lingkungan masing-masing.
Dalam momentum ulang tahunnya yang ke-69 tersebut, Nuryadi juga menitipkan pesan kepada kader-kader muda agar berani tampil membawa identitas dan nilai perjuangan PDI Perjuangan. Ia berharap generasi penerus tidak hanya mewarisi nama besar partai, tetapi juga memahami dan menjalankan amanat perjuangan Bung Karno.
“Usia saya sudah 69 tahun, ambil yang baik, buang yang jelek dari saya,” ujar Nuryadi.
Pernyataan tersebut menjadi pesan reflektif sekaligus pengingat bahwa kaderisasi harus melahirkan generasi yang mampu melanjutkan perjuangan dengan nilai dan prinsip yang kuat.
Ketua DPRD DIY itu menegaskan, perolehan kursi terbanyak dalam pemilu tidak memiliki arti apabila petugas partai dan kader tidak menjalankan amanat perjuangan Bung Karno. Perjuangan tersebut mencakup gagasan kebangsaan hingga penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Nuryadi, kekuatan partai tidak semestinya hanya diukur dari capaian elektoral. Lebih dari itu, partai harus hadir melalui kerja nyata kader dalam menjawab persoalan masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Karena itu, Pendidikan Kader Pratama diharapkan menjadi ruang pembentukan kader yang tidak hanya memahami struktur dan mekanisme organisasi, tetapi juga memiliki kesadaran ideologis, kemampuan membaca persoalan sosial, serta komitmen untuk terus berada di tengah rakyat.
Melalui kaderisasi berjenjang, DPD PDI Perjuangan DIY berharap kader-kader di Gunungkidul mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno ke dalam tindakan nyata, sekaligus menjaga kesinambungan ideologi partai lintas generasi. (*)
Post a Comment