FTI UII Dorong Inovasi Tekstil Berkelanjutan Lewat Ajang Internasional ISTIC 2026
WARTAJOGJA.ID : Program Studi Rekayasa Tekstil Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sukses merampungkan perhelatan International Sustainable Textile Innovation Competition (ISTIC) 2026 yang dihelat pada 15 hingga 17 Oktober 2026. Ajang bergengsi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi generasi muda dalam menuangkan gagasan serta inovasi brilian di bidang tekstil yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII, Prof. Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada persaingan ketat antarpeserta saja. Lebih dari itu, pihaknya turut membekali para finalis melalui program short course guna memperluas wawasan mendalam mengenai lanskap industri tekstil berkelanjutan beserta tantangan dan peluangnya di masa depan. Menurutnya, esensi dari sebuah kompetisi melampaui sekadar trofi kemenangan semata, melainkan bagaimana jejaring dan pelajaran berharga bisa terjalin erat. Sejalan dengan hal tersebut, ia menyampaikan, "Winning is important, but experience and making friends are even more valuable."
Sementara itu, Ketua Program Studi Rekayasa Tekstil, Dr.Eng. Rina Afiani Rebia, S.Hut., M.Eng., menjelaskan bahwa sebelum memasuki babak puncak, para finalis diajak secara langsung untuk mengeksplorasi kerajinan berkelanjutan yang memadukan perspektif rekayasa dengan potensi material serta kearifan lokal. Pendekatan lapangan ini dinilai krusial agar para peserta memahami bahwa inovasi tekstil modern wajib mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, serta nilai tambah ekonomi secara simultan.
Puncak acara yang ditandai dengan penganugerahan pemenang menampilkan deretan inovasi luar biasa dari berbagai penjuru. Posisi pertama diraih oleh delegasi mahasiswa UII asal Pakistan dan Kazakhstan, Farah Naz dan Aisha Azamat, yang mengusung gagasan pemanfaatan limbah pertanian untuk pewarna alami batik. Menyusul di tempat kedua adalah Salsabillah bersama Raffen Andy Rayfaldy dari UII dengan inovasi kain berbasis minyak kelapa untuk pekerja luar ruangan. Posisi ketiga ditempati Latifah Nur Oktaviani dan Nasywa Jiilan Sobari dari UII yang fokus pada manajemen lingkungan daur ulang pakaian.
Kompetisi ini juga diramaikan oleh kreativitas dari institusi lain, seperti Zikrullah Faizan dari Albukhary International University Malaysia di peringkat keempat dengan inovasi pemilahan serat tekstil otomatis berbasis kecerdasan buatan.
Posisi kelima diraih Naomi Kaylavoundra bersama Khalisha Hanin Margian melalui riset pengolahan limbah cair batik menggunakan limbah seduhan teh. Adapun urutan keenam ditempati Aini Silvia Astha dan Lailatul Safitri dari Universitas Diponegoro yang memanfaatkan limbah malam batik sebagai pelapis tekstil pendingin.
Melalui penyelenggaraan ISTIC 2026 yang memadukan kompetisi akademik dan pengalaman empiris di lapangan, FTI UII kian mengukuhkan komitmennya dalam melahirkan material tekstil masa depan yang fungsional, adaptif, serta bertanggung jawab penuh terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat.
Post a Comment