News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KADIN DIY Gelar Rapimda 2026, Pacu Ekonomi Kerakyatan dan Bawa UMKM Menembus Pasar Global

KADIN DIY Gelar Rapimda 2026, Pacu Ekonomi Kerakyatan dan Bawa UMKM Menembus Pasar Global


WARTA​JOGJA.ID – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi perekonomian daerah melalui penguatan sektor kerakyatan serta peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah strategis tersebut menjadi pokok pembahasan utama dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KADIN DIY 2026 yang diselenggarakan di The Alana Palagan Hotel & Convention Center pada Sabtu (17/10/2026).

​Mengusung tema besar “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia, UMKM Naik Kelas, Ekonomi DIY Berkualitas”, forum tahunan ini dirancang sebagai momentum penting bagi para pelaku usaha dan pengurus organisasi untuk melakukan evaluasi program, mempererat konsolidasi, serta merumuskan langkah taktis dalam merespons dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

​Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, dalam arahannya menyampaikan bahwa ukuran kemajuan ekonomi di suatu daerah tidak boleh hanya dilihat dari angka pertumbuhan semata. Menurutnya, kualitas sumber daya pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja baru, perluasan investasi, serta penguatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan jalinan kerja sama yang erat antarpemangku kepentingan.

​"Serta meningkatnya produktivitas, serta semakin kuatnya keterhubungan antara pelaku usaha besar, UMKM, pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar GKR Mangkubumi menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.

​GKR Mangkubumi juga menekankan bahwa agenda Rapimda ini diharapkan mampu melahirkan sinergi yang lebih kokoh antara jajaran pengurus KADIN tingkat daerah hingga kabupaten dan kota bersama kalangan dunia usaha. Dengan demikian, cetak biru program kerja yang dihasilkan dapat terarah dengan baik serta berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat.

​“Kita ingin memastikan bahwa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas; ekonomi kerakyatan tidak hanya menjadi konsep, tetapi menjadi kekuatan; dan produk-produk unggulan DIY tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mampu bersaing dan diterima di pasar Indonesia maupun dunia,” tegasnya.

​Sementara itu, Ketua Panitia Rapimda KADIN DIY 2026, Robby Kusumaharta, menjelaskan bahwa pemilihan tema kegiatan tahun ini mencerminkan tekad bersama untuk membangun ekosistem bisnis yang tangguh, produktif, dan inklusif di wilayah Yogyakarta.

​“Tema RAPIMDA KADIN DIY 2026 mencerminkan semangat dan arah bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, mendorong UMKM agar semakin maju, profesional dan berdaya saing, sekaligus membangun perekonomian DIY yang semakin produktif, inklusif dan berkualitas,” ungkap Robby Kusumaharta.

​Ia berharap perhelatan tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, melainkan mampu merumuskan kesamaan visi yang konkret dan solutif bagi tantangan dunia usaha masa kini. Sinergi antara unsur KADIN, pemerintah, dan elemen swasta diyakini menjadi kunci utama dalam melahirkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

​“Forum RAPIMDA juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KADIN, dunia usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan,” jelas pengusaha senior DIY tersebut.

​Acara pembukaan Rapimda KADIN DIY 2026 ini sendiri berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forkopimda DIY, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kepala OJK DIY, serta para kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperkuat optimisme bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta di Yogyakarta akan semakin padu dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat luas.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment