News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hari Kedua Jogja Fashion Rendezvous 2026: Desainer Tampilkan Kreasi Wastra Terbaik di Atas Panggung Megah

Hari Kedua Jogja Fashion Rendezvous 2026: Desainer Tampilkan Kreasi Wastra Terbaik di Atas Panggung Megah

​WARTAJOGJA.ID — Kemeriahan ajang mode tahunan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall memasuki hari kedua pada Sabtu (10/10/2026). 

Memasuki hari kedua pelaksanaan, panggung megah sepanjang 36 meter kembali menjadi saksi bisu kreativitas tinggi dari puluhan perancang busana yang memamerkan koleksi terbaik mereka dengan mengusung kekayaan wastra Nusantara.

​Ajang bergengsi yang telah memasuki tahun ke-12 ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para pecinta fesyen lokal maupun nasional. Para desainer dari berbagai daerah berlomba-lomba menampilkan karya inovatif yang memadukan unsur tradisi lokal dengan sentuhan modern, sejalan dengan tema besar tahun ini yaitu "Navarupa".

Di balik kemegahan panggung, dua figur kreatif yakni desainer Nasrul Arif dan perwakilan Official Putri Kebaya Jawa Timur, Rizky Dwi Cahya, memaparkan filosofi mendalam di balik koleksi wastra dan busana tradisional yang mereka tampilkan ke hadapan publik.

​Bagi Nasrul Arif, dalang kreatif di balik brand Gelis by Nasrul, keikutsertaannya dalam JFR 2026 membawa misi pelestarian budaya yang sangat personal. Ia konsisten menjadikan berbagai jenis kain tradisional Indonesia—mulai dari batik, tenun, hingga songket—sebagai identitas utama dalam setiap karyanya. Menurut Nasrul, langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya strategis untuk menanamkan rasa cinta terhadap warisan leluhur kepada generasi penerus sejak usia dini.

​"Saya selalu membawakan wastra karena saya ingin menanamkan wastra itu sejak kecil, termasuk batik, tenun, songket, dan lain-lain itu sejak dini, agar mereka tidak lepas jari dan tidak asing dengan apa sih wastra Indonesia itu," ungkap Nasrul Arif saat menjelaskan filosofi desainnya yang kerap dianggap unik oleh banyak pihak.


​Meski konsep rancangannya kerap dilemparkan candaan sebagai ide "orang gila" karena keberaniannya memadupadankan ragam motif klasik, Nasrul membuktikan bahwa inovasi tersebut justru mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para pencinta mode nasional.

​Di sisi lain, eksplorasi kekayaan budaya lokal juga dibawa secara total oleh kontingen Official Putri Kebaya Jawa Timur di bawah komando Rizky Dwi Cahya. Mengusung misi melestarikan busana tradisional, pihaknya memboyong 12 model berprestasi lintas kategori usia—mulai dari kategori cilik, anak, remaja, hingga dewasa—yang seluruhnya merupakan pemenang dari ajang Putri Kebaya Jawa Timur. Melalui tangan dingin desainer asal Mojokerto, Dani Dua, busana kebaya yang ditampilkan tidak lagi diposisikan sebagai pakaian kaku yang hanya pantas dikenakan pada acara formal atau kondangan semata.

​"Kita lebih fokusnya ke kebaya, karena kita memang pelestarian budaya berkebaya. Menggambarkan seorang putri yang anggun saat membawakan kebaya, karena memang kebaya kan baju yang digunakan saat hari-hari penting aja, namun kita tidak menjadikan itu suatu hal yang hanya di baju formal aja, tapi bisa dipakai sehari-hari," jelas Rizky Dwi Cahya memaparkan visi busana kreasinya.


​Ia menambahkan, keunikan koleksi tersebut terletak pada perpaduan brokat dan kain batik khas Jawa Timuran yang kaya akan motif autentik. Melalui kolaborasi dan eksplorasi mendalam yang disajikan oleh Nasrul Arif dan Rizky Dwi Cahya ini, JFR 2026 berhasil membuktikan bahwa masa depan fesyen Indonesia tetap kokoh berdiri di atas fondasi tradisi wastra nusantara yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ajang mode tahunan yang paling dinantikan, Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026, kembali dihelat secara meriah selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat hingga Minggu, 9-11 Oktober 2026, di Jogja City Mall. Memasuki penyelenggaraan ke-12 kalinya, ajang bergengsi garapan ASMAT PRO Group ini mengusung tema utama "Navarupa" dan sukses menyedot perhatian publik berkat kehadiran panggung megah sepanjang 36 meter serta partisipasi sebanyak 77 perancang busana kenamaan dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

​Penyelenggaraan JFR 2026 tidak hanya menjadi pameran busana biasa, tetapi juga wadah kolaborasi lintas elemen yang mempertemukan desainer, model, hingga pelaku industri kreatif.



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment