Duel Sengit Tersaji, UNNES dan UNY Siap Saling Sikut Rebut Gelar Juara Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026
WARTAJOGJA.ID : Peta persaingan menuju podium tertinggi ajang Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 semakin memanas.
Pertarungan sengit babak semifinal yang dihelat di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), pada Senin (26/10), resmi memastikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saling berhadapan di partai final sektor putra dan putri yang akan dilangsungkan pada Selasa (27/10).
Tingginya antusiasme serta kematangan persiapan para student-athlete di Kota Pelajar turut mendongkrak kualitas kompetisi musim ini. Head of Competition Campus League, Dave Leopold, mengapresiasi ketatnya persaingan yang ditandai dengan banyaknya hasil pertandingan berjarak skor tipis. Terlebih lagi, Yogyakarta juga didaulat sebagai tuan rumah babak puncak tingkat nasional mendatang. "Secara kompetisi maupun tim, Yogyakarta memang lebih siap. Hal itu salah satunya terlihat dari banyak pertandingan dengan selisih skor tipis. Apalagi, Yogyakarta jadi tuan rumah Campus League Futsal The Nationals 2026 pada 25 November sampai 2 Desember, di UNY, dengan fasilitas lapangan lebih proper, mengikuti standar internasional. Pada dasarnya, permainan tim yang berlaga di Regional Yogyakarta lebih rapi. Ini sinyal positif bagi ekosistem futsal," kata Dave.
Dari babak empat besar, dominasi kuat ditunjukkan oleh tim putra UNY yang sukses mengandaskan perlawanan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) dengan skor meyakinkan 3-0. Pelatih tim putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, mengungkapkan bahwa anak asuhnya sengaja diinstruksikan untuk langsung menekan sejak menit awal guna meredam laju lawan yang belum terkalahkan sepanjang fase grup. "Saya menekankan ke tim, kalau bisa memberi tekanan sejak awal. Jangan membuat lawan merasa nyaman bermain. UIN Suka salah satu tim bagus. Di Campus League, selama fase grup, mereka itu belum pernah kalah. Karenanya kami selalu waspada," ucap Hajarul. Semangat bertanding tinggi turut disuarakan oleh penggawa UNY, Tegar Abdinugraha, yang memetik pelajaran berharga mengenai sportivitas dan pentingnya memandang setiap lawan dengan setara. "Saat melihat lawan kami enggak boleh meremehkan. Semua lawan adalah sama. Namanya pertandingan, tidak ada yang mudah. Semua punya kelebihan dan kekurangan," cetus Tegar.
Sementara itu, ketegangan serupa juga mewarnai sektor putri tatkala UNY bersua dengan wakil Solo. Lewat pertarungan alot, sepakan jarak dekat pemain sayap Dela Febiana akhirnya memecah kebuntuan dan mengantar UNY menang tipis 1-0 atas UNS. Dela mengakui sempat merasa tertekan dan stres akibat sulitnya menembus ketatnya pengawalan lini belakang lawan yang digalang oleh kiper Melfina Naima. "Jujur, keren banget performa tim lawan. Saya sempat stres karena beberapa kali mencoba membobol gawang lawan tapi gagal. Motivasinya, kami ingat bahwa sebelum mengalahkan orang lain, cobalah mengalahkan ego sendiri. Dari situ, semangat kami menyala lagi untuk menghadapi lawan," tutur Dela. Pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, menambahkan bahwa transisi strategi dari high and mid pressure di babak pertama menjadi kunci keberhasilan timnya membongkar pertahanan UNS sebelum akhirnya bersiap menghadapi perlawanan tangguh UNNES di partai puncak. "Dari awal tahun, kami sudah menetapkan Campus League sebagai kompetisi utama. Kami mengerahkan seluruh tenaga untuk berlaga di Region Yogyakarta sambil menatap The Nationals. Bagi kami, ajang ini luar biasa untuk mengembangkan bibit-bibit muda futsal di berbagai kota di Tanah Air," pungkas Ghanda.
Post a Comment