News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

DPRD Kota Yogyakarta Siap Proteksi Transportasi Tradisional dan Gali Wisata Sungai dalam Raperda Ripparda

DPRD Kota Yogyakarta Siap Proteksi Transportasi Tradisional dan Gali Wisata Sungai dalam Raperda Ripparda

​WARTAJOGJA.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta memastikan komitmennya untuk melindungi eksistensi transportasi tradisional serta memperluas pemerataan ekonomi pariwisata melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) tahun 2026–2045. Penegasan ini disampaikan menyusul aspirasi masyarakat yang mengkhawatirkan maraknya moda transportasi modern seperti bajaj di kawasan cagar budaya dan zona sumbu filosofi yang dikhawatirkan dapat menggeser keberadaan becak serta andong.

​Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Haryanto, menyatakan bahwa berbagai masukan krusial dari warga selama sesi public hearing akan segera diintegrasikan ke dalam draf regulasi melalui mekanisme resmi di legislatif. Pihaknya membuka ruang seluas-luasnya agar aspirasi perlindungan identitas pariwisata lokal ini dapat dibahas secara mendalam oleh Panitia Khusus (Pansus).

​“Ini menjadi catatan bagi kami. Nanti bisa masuk melalui Pendapat Umum Fraksi PDI Perjuangan dari fraksi kami. Atau bisa langsung masuk ke Pansus,” ujar Haryanto, Senin (26/10).

​Selain menyoroti moda transportasi, Haryanto juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal secara langsung dalam geliat industri pariwisata, khususnya warga di kawasan strategis Sumbu Filosofi seperti Kampung Jlagran. Ia menilai potensi lingkungan sekitar bantaran sungai harus dikelola secara optimal agar warga setempat tidak sekadar menjadi penonton di tengah arus kunjungan wisatawan yang tinggi.

​“Kami berharap, seperti Jlagran ini tidak hanya menjadi penonton. Tapi bisa menikmati limpahan wisatawan. Semua bisa menikmati hasil wisata,” tutur pengurus Winongo Asri tersebut.

​Sebagai langkah konkret mendukung pengembangan destinasi wisata baru yang berbasis komunitas dan lingkungan, Haryanto mengajak segenap warga untuk bersama-sama merawat ekosistem sungai. Pihaknya menargetkan kawasan perairan seperti Kali Winongo ke depannya dapat menyusul kesuksesan destinasi sungai lain dan siap dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru yang mendukung kawasan sumbu filosofi.

​“Saat ini baru Kali Code. Setelah ini bisa Kali Winongo menjadi arung jeram atau wisata sungai lain. Mari, kita jaga ekosistem Kali Winongo ini tetap asri. Layak untuk menjadi destinasi wisata,” pungkas Haryanto.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment