News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Hingga Bupati Kulon Progo Kenang Sosok Gandung Pardiman

Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Hingga Bupati Kulon Progo Kenang Sosok Gandung Pardiman


WARTAJOGJA.ID :  Wafatnya politisi senior sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, mendiang Drs. H. M. Gandung Pardiman, M.M., menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat dan para pemimpin daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Sejumlah figur mengenang almarhum sebagai sosok wakil rakyat yang senantiasa menjaga kedekatan dengan masyarakat serta konsisten menjadikan politik sebagai wadah pengabdian.

​Anggota DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno, mengungkapkan rasa syukurnya karena sempat mengenal dan menjalin relasi cukup lama dengan almarhum. 

Menurut Syauqi, keteladanan yang ditunjukkan oleh Gandung Pardiman memberikan contoh nyata bagi generasi politisi selanjutnya mengenai hakikat berpolitik yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

​"Saya bersyukur saya sempat mengenal cukup lama dengan beliau. Sejak beliau menunjukkan pada kita bahwa politik itu bagian dari pengabdian masyarakat. Saya pikir ini contoh yang baik bagi politisi setelah ini," ujar Syauqi ditemui WartaJogja.id di RS Panti Rapih, Selasa siang (27/10).

Ia menambahkan bahwa almarhum memiliki karakter kepemimpinan yang terbuka dan merata dalam menjalin komunikasi dengan siapa saja. 

"Pak Gandung ini sangat terbuka, sangat egaliter. Dengan saya pribadi juga sangat baik. Meskipun saya dulu banyak di Jakarta, di Jogja, akhirnya ketemu juga."

​Lebih lanjut, Syauqi menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi dunia politik lokal maupun nasional. Ia berharap rekam jejak pengabdian tersebut dapat menginspirasi lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas dari Yogyakarta. 

"Sekali lagi kita kehilangan sosok seperti Pak Gandung. Semoga suatu hari muncul politisi-politisi yang lebih baik dari Jogja di pentas nasional," pungkasnya.


​Senada dengan hal tersebut, Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menilai bahwa almarhum adalah figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang-orang di sekelilingnya tanpa terkecuali. Di tengah kesibukan serta mobilitas penugasannya yang tinggi di ibu kota, Gandung tetap menjaga komunikasi yang cair dan membumi dengan rekan-rekan di daerah.

​"Beliau itu yang saya lihat sangat perhatian kepada orang-orang, siapapun di sekelilingnya," kenang Agung. Bupati Kulon Progo ini juga menyoroti bagaimana almarhum tidak pernah melupakan akar sosialnya dan senantiasa merangkul masyarakat. "Bahkan setiap mau ke Jakarta, beliaunya kan juga jawil teman-teman di Kulon Progo untuk 'ayo dong ngopi'. Sebelum berangkat itu, cuma berapa jam sebelumnya terus menyempatkan. Artinya memang tidak lupa dengan akarnya."

​Di mata Agung, almarhum juga dikenal sebagai seorang maestro politik yang piawai mencairkan suasana serta menjembatani komunikasi lintas generasi di parlemen secara harmonis. "Pak Gandung dia inilah, dikenal sebagai seorang maestro yang bisa nggabung-nggabungke pasal-pasal. Antara politisi yang sudah senior dengan junior itu dikemas, enak gitu," katanya.

Diketahui, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs. H. M. Gandung Pardiman, M.M. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Dukuh Kerjo 2, Kelurahan Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Ponjong pada pukul 17.00 WIB. Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup serta memohon doa agar almarhum husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

​Lahir di Bantul pada 25 Februari 1953, Gandung Pardiman merupakan sosok politisi senior yang memiliki akar kuat dan rekam jejak panjang di kancah legislatif maupun organisasi kemasyarakatan. Sebelum mendedikasikan dirinya sepenuhnya di dunia politik, almarhum mengawali kariernya sebagai seorang pendidik. Ia pernah mengabdi sebagai guru di sejumlah sekolah menengah pertama di Gunung Kidul seperti SMP 1 Ponjong, SMP 2 Ponjong, dan SMP IKIP Veteran Karangmojo. Pengabdiannya di dunia pendidikan berlanjut saat ia dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah di SMP Kartika V Ponjong, wakil kepala sekolah di SMA Pembangunan III Ponjong, serta dosen di IKIP Veteran Yogyakarta. Rekam jejak di bidang pendidikan ini membentuk landasan kuat bagi pemahamannya terhadap persoalan sosial dan pembangunan masyarakat akar rumput.

​Kiprah politik Gandung dimulai dari tingkat daerah ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi DIY periode 2004–2009. Berbekal pengalaman dan kedekatannya dengan masyarakat, ia kemudian melangkah ke Senayan dan terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili dapil DIY selama beberapa periode, yakni 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, hingga periode terakhirnya 2024–2029. Di tingkat internal partai, ia juga dipercaya memegang tampuk pimpinan sebagai Ketua DPD Partai Golkar DIY serta aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan seperti KNPI, AMPI, MKGR, dan Karang Taruna.


​Selama penugasannya di parlemen, Gandung dikenal aktif mengawal berbagai bidang strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Pada periode 2019–2024, ia bertugas di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset, dan teknologi. Memasuki periode 2024–2029, ia dipercaya melanjutkan pengabdiannya di Komisi XII DPR RI yang memfokuskan diri pada sektor energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi.


​Komitmen kerakyatan almarhum diwujudkan secara nyata melalui aksi tanggap darurat saat wilayah DIY dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Bersama Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY, Syarif Guska Laksana, serta jejaring relawan, Gandung secara rutin turun langsung menyalurkan puluhan tangki air bersih bagi warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air, baik akibat sumur yang mengering maupun macetnya distribusi PDAM di wilayah Gunungkidul dan Bantul. Langkah cepat ini dinilai sangat membantu meringankan beban warga di tengah hantaman kekeringan. “Terima kasih kepada timnya Pak Gandung yang telah menyalurkan bantuan air bersih. Kami di sini memang sangat membutuhkan,” ujar Suprih, salah seorang perwakilan warga yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.


​Tidak hanya fokus pada penanganan bencana lingkungan, Gandung Pardiman juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Yogyakarta. Melalui program kemitraan strategis bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN), almarhum secara konsisten mendorong para pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing melalui pemahaman Standar Nasional Indonesia atau SNI. Dalam berbagai kesempatan pembinaan UMKM, ia selalu menggarisbawahi pentingnya standardisasi demi memperluas jangkauan pasar produk lokal agar mampu naik kelas. “Kami minta para peserta benar-benar memperhatikan penjelasan dari Badan Standardisasi Nasional,” tegas Gandung saat membuka sosialisasi standardisasi bagi ratusan pelaku usaha di Yogyakarta.


​Kini, politisi yang senantiasa mendedikasikan diri bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat tersebut telah tiada. Kepedulian sosialnya dalam mengatasi krisis air bersih dan memajukan sektor UMKM akan terus dikenang sebagai warisan pengabdian seorang wakil rakyat yang sejati. (Wit)


​


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment