Tingkatkan Daya Saing Digital, Magister Informatika UII Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu
WARTAJOGJA.ID : Program Magister Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MI FTI UII) menyiapkan berbagai program pendampingan intensif guna mencetak lulusan berdaya saing tinggi yang mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Langkah ini diambil untuk merespons tingginya kebutuhan industri terhadap SDM yang memiliki kompetensi digital tingkat lanjut.
Ketua Program Studi Magister Informatika FTI UII, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa pihak kampus memonitor progres akademik mahasiswa secara berkala sejak awal masuk. Mahasiswa diwajibkan menyusun rencana studi dan peta jalan penelitian dari semester awal, serta mendapatkan pengawalan dalam penentuan topik hingga publikasi karya ilmiah.
“Pengelola prodi menyediakan layanan pendampingan penyelesaian tesis melalui kegiatan klinik tesis (bootcamp) sebagai forum konsultasi dan pendampingan teknis dari dosen pembimbing,” kata Ahmad Luthfi pada Jumat (15/9/2026).
Ahmad Luthfi menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak sekadar berfokus pada perolehan gelar akademis. Ia mendorong para mahasiswa baru untuk memanfaatkan fasilitas kampus secara maksimal guna memperluas portofolio di tingkat nasional dan internasional, serta membangun sinergi lintas disiplin ilmu.
Langkah strategis kurikulum UII ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para praktisi di lapangan. Fajar Ade Saputra, seorang marketing leader sekaligus pemilik usaha yang kini tercatat sebagai mahasiswa baru MI UII, mengaku memilih konsentrasi Sistem Informasi Enterprise karena sejalan dengan tantangan pekerjaan yang sering ia temui di dunia industri.
“Dalam praktiknya, saya banyak menemukan berbagai permasalahan di perusahaan, terutama yang berkaitan dengan sistem, proses bisnis, dan bagaimana teknologi dapat mendukung perkembangan sebuah perusahaan. Karena itu, saya ingin memperdalam ilmu tersebut melalui perkuliahan di MI UII,” ujar Fajar.
Selain faktor kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, Fajar mengaku terkesan dengan iklim akademik dan atmosfer kampus UII yang inklusif sejak hari pertama orientasi.
“Jujur, first impression saya sangat positif. Saya merasa nyaman, senang, dan cukup surprised dengan suasana kampus yang ternyata sangat friendly dan menyenangkan,” ungkap Fajar.
Melalui perkuliahan ini, Fajar berharap dapat saling bertukar wawasan antara teori akademis dan pengalaman praktis di dunia kerja bersama para dosen serta sesama mahasiswa.
Post a Comment