Kejar Target Fungsional Nataru 2026, Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Tembus 90 Persen
SLEMAN — Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 menunjukkan tren positif dengan progres konstruksi yang kini telah menyentuh angka 90 persen. PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana optimistis jalur bebas hambatan sepanjang 3,2 kilometer tersebut siap dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Proyek senilai Rp1,7 triliun ini membentang mulai dari kawasan Kronggahan Trihanggo di Kapanewon Gamping hingga Junction Sleman di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati. Kehadiran ruas tol ini dinilai sangat strategis lantaran telah terhubung langsung dengan Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1.
Humas PT Adhi Karya Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus diakselerasi agar dapat memenuhi target operasional di penghujung tahun.
“Untuk progres konstruksi sudah mencapai 90 persen. Kita target, optimistis pekerjaan konstruksi dapat dikejar hingga Desember 2026, nanti insya Allah bisa difungsikan untuk pelaksanaan libur Nataru,” ujar Agung pada Jumat (4/9/2026).
Saat ini, pihak kontraktor tengah fokus menyelesaikan sejumlah item pekerjaan penting, mulai dari pengerjaan rigid pavement pada struktur elevated (jalan layang), pengaspalan, hingga penyelesaian konstruksi gerbang tol (toll gate). Menariknya, Gerbang Tol Trihanggo nantinya akan dihiasi ornamen estetis berupa siluet situs bersejarah Candi Ratu Boko.
Selain pengerjaan struktur utama, kelengkapan keselamatan jalan juga terus dipasang secara intensif guna menunjang keamanan para pengguna jalan saat diberlakukan secara fungsional nanti.
“Sementara pekerjaan yang lain berupa pemasangan perlengkapan jalan seperti penerangan dan rambu-rambu,” jelasnya.
Pengoperasian jalur fungsional ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh serta mengurai potensi kemacetan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), utamanya menjelang lonjakan wisatawan pada akhir tahun.
“Diharapkan saat diberlakukan fungsional nanti dapat memudahkan dan mempercepat arus lalu lintas dan akses menuju destinasi wisata di DIY, khususnya,” terang Agung.
Post a Comment