GRIB Jaya DIY Klarifikasi : Organisasi Tak Terlibat Aksi Ricuh Simpang Gramedia
WARTAJOGJA.ID — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPD GRIB) Jaya Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan organisasinya sama sekali tidak terlibat maupun memobilisasi massa saat terjadi kericuhan pasca-aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, pada Selasa malam.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan tuduhan yang beredar di media sosial terkait tudingan keterlibatan ormas dalam aksi kontra-demonstrasi tersebut.
Isu keterlibatan ormas mengemuka setelah Bidang Analisis dan Pergerakan Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada memublikasikan peta analisis aktor melalui akun Instagram resminya.
Dalam infografis tersebut, nama Waljito dicantumkan pada Layer 2 sebagai koordinator dan penggerak massa dengan mengaitkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPD GRIB Jaya DIY, yang dituduh memicu bentrokan fisik di lapangan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Waljito memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya di lokasi. Ia menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga malam hari di kawasan perempatan Gejayan dan Simpang Gramedia telah menimbulkan keluhan hebat dari warga sekitar serta para pengguna jalan. Menurutnya, lokasi unjuk rasa berada sangat dekat dengan dua fasilitas kesehatan vital di Kota Yogyakarta.
"Aksi anak-anak itu ada sampai malam hari. Sekitar jam 20.00 WIB, warga masyarakat mulai komplain karena lokasi itu dekat dengan Rumah Sakit Bethesda dan Panti Rapih. Ambulans dan ojol sudah protes. Warga lalu meminta bantuan kepolisian untuk membubarkan, namun massa tidak mau hingga terjadi proses negosiasi," ujar Waljito saat memberikan keterangannya pada Jumat.
Waljito mengungkapkan bahwa perwakilan warga setempat sebenarnya telah berupaya melakukan mediasi agar massa aksi bersedia membacakan tuntutan tanpa memperpanjang penutupan jalan. Sayangnya, kesepakatan gagal dicapai karena massa kembali melanjutkan orasi di tengah perempatan, yang kemudian memicu eskalasi emosi warga yang terganggu akses mobilitasnya. Ia menegaskan keberadaannya di lokasi kejadian sama sekali tidak membawa agenda organisasi mana pun.
"Saya turun ke lokasi pure kapasitasnya sebagai warga masyarakat biasa, warga Jogja yang tidak ingin terjadi bentrokan antara peserta aksi dengan warga yang merasa terganggu," tegas Waljito.
Ia sangat menyayangkan publikasi bagan oleh SEMA UGM yang menyandingkan namanya dengan atribut ormas tanpa verifikasi lapangan yang objektif. Waljito menegaskan bahwa ia hadir di tempat kejadian tanpa menggunakan seragam, tanpa atribut organisasi, serta tanpa adanya perintah pengerahan massa dari DPD GRIB Jaya DIY.
"Saya tidak menggunakan atribut DPD KSPSI maupun GRIB. Niat saya meredakan situasi, bukan membubarkan secara brutal. Jangan hanya melihat dari pencarian Google lalu disambung-sambungkan jadi narasi yang merusak karakter," tutur Waljito.
Sikap tegas senada disampaikan oleh pimpinan tertinggi DPD GRIB Jaya DIY guna meluruskan posisi resmi organisasi di mata publik. Ketua DPD GRIB Jaya DIY, Eko Djoko Widiyatno juga memastikan bahwa pihak komando organisasi tidak pernah mengeluarkan instruksi maupun melakukan pengerahan anggota ke lokasi unjuk rasa di Simpang Gramedia.
"Saya selaku Ketua GRIB DIY memastikan Waljito bergerak atas nama pribadi. Tidak ada membawa nama GRIB dan kami tidak memobilisasi teman-teman. Waljito hadir murni sebagai warga masyarakat yang tidak ingin terjadi kerusuhan di Yogyakarta," tegas Eko Djoko.
Post a Comment