Program AIA Silabus Kunjungi UGM, Bangun Literasi Finansial Mahasiswa Sejak Dini
WARTAJOGJA.ID – PT AIA FINANCIAL (AIA) membawa bus edukasi AIA SILABUS ke Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini, menghadirkan edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi lebih dari 150 mahasiswa.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, yang diumumkan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan dan Badan Pusat Statistik pada 11 Agustus 2026, mencatat indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 62,72 persen. Angka itu berada di bawah rata-rata nasional 69,57 persen, menempatkan pelajar dan mahasiswa di antara tiga kelompok pekerjaan dengan literasi keuangan terendah. Pada saat yang sama, indeks inklusi keuangan kelompok ini berada di 92,76 persen, dengan selisih sekitar 30 poin persentase antara akses dan pemahaman.
Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan, “Di AIA, kami percaya bahwa kesehatan finansial merupakan bagian penting dari hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik. Melalui program AIA SILABUS, kami ingin membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
Mahasiswa saat ini akan menjadi penggerak ekonomi di masa depan, sehingga penting bagi mereka untuk memahami cara mengatur anggaran, memahami risiko keuangan membangun kebiasaan berproteksi. Selain memberikan literasi keuangan, kami juga mengajak mahasiswa berpartisipasi sebagai Duta Literasi, untuk menginspirasi lingkungan terdekatnya tentang pentingnya pengelolaan finansial yang baik dan bertanggung jawab.”
Melalui Duta Literasi, mahasiswa bisa membagikan kembali pengetahuan finansialnya kepada teman, keluarga, dan komunitas di sekitarnya, lalu melaporkan aktivitas tersebut sebagai bagian dari penilaian untuk memilih duta paling aktif. Ratusan Duta Literasi Keuangan ditargetkan untuk memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat.
Bertempat di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, peserta mengikuti sesi edukasi bersama Olivia Louise, Certified Financial Planner dan kreator konten keuangan, yang membahas pemahaman tren dan risiko dari keuangan digital. Melalui diskusi dan tanya jawab, mahasiswa diajak memahami dasar perencanaan keuangan: mengenali kondisi finansial pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan prioritas, serta membangun kebiasaan mengelola uang secara konsisten.
“Banyak mahasiswa merasa perencanaan keuangan baru diperlukan ketika sudah memiliki penghasilan tetap. Padahal kebiasaan finansial dapat dibangun sejak sekarang, berapa pun uang yang dimiliki, mulai dari mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga menyisihkan dana secara konsisten,” ujar Olivia Louise. “Langkah sederhana itu yang membuat mahasiswa lebih siap mengambil keputusan finansial ke depan.”
Untuk mendekatkan materi dengan keseharian generasi muda, AIA SILABUS menghadirkan pengalaman interaktif di dalam dan di sekitar bus seperti; workshop, kuis, permainan bertema finansial, serta penampilan musisi Meiska.
Melalui AIA SILABUS, AIA menegaskan komitmennya mendukung peningkatan literasi finansial di Indonesia, sejalan dengan agenda literasi dan inklusi keuangan nasional yang dicanangkan OJK. Sasarannya bukan sekadar memperluas akses, melainkan memastikan generasi muda mampu menggunakan akses tersebut secara bijak untuk membangun masa depan yang lebih bijak secara finansial.
Post a Comment