PBAK 2026, UIN Sunan Kalijaga Satukan Mahasiswa Indonesia dan Mancanegara dalam Semangat Keberagaman dan Kemanusiaan
WARTAJOGJA.ID : Sebanyak 5.711 mahasiswa baru dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara mengawali perjalanan akademiknya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rabu (19/8/2026), di Gedung Multipurpose. Pertemuan ribuan latar belakang tersebut menjadi pintu awal bagi Kalijaga Muda untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus bertumbuh sebagai pembelajar.
Pembukaan
PBAK dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, bersama jajaran
wakil rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, para dekan, wakil dekan bidang
kemahasiswaan dan kerja sama, kepala UPT, serta kepala bagian. Turut memenuhi
Gedung Multipurpose, ribuan mahasiswa baru yang datang dari berbagai wilayah di
Indonesia hingga luar negeri dengan membawa beragam latar belakang, pengalaman,
dan cita-cita.
Dalam
pidatonya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga,
Prof. Dr. Abdur Rozaki, menegaskan bahwa kampus memiliki tradisi panjang dalam
merawat keberagaman. Hal itu tercermin dari mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga yang berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia. Kemajemukan
tersebut semakin kaya dengan hadirnya sekitar 30 mahasiswa internasional dari
sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Asia, dan Afrika pada tahun ini.
“Salah satu kekuatan bangsa ini adalah keberagaman. Karena
itu, kita harus mengedepankan sikap moderat dan toleran. Keberagaman telah
menjadikan Indonesia sebagai laboratorium kemanusiaan yang dikagumi para
intelektual dunia. Karena itu, di kampus ini kita membangun cita-cita bersama
dengan menumbuhkan toleransi dan merangkul semua dalam semangat kesetaraan,
yakni satu bangsa, satu sivitas akademika,” ujarnya.
Tidak
hanya itu, Prof. Rozaki juga mengingatkan pentingnya menjaga niat dan tekad
selama menjalani pendidikan. Ia menegaskan, bahwa UIN Sunan Kalijaga
menyediakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam
bidang akademik maupun nonakademik. Mahasiswa dapat mengikuti seminar,
konferensi, kegiatan kepustakaan, pengembangan bakat dan minat, seni, serta
olahraga.
Pada
kesempatan yang sama, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan,
mengajak para Kalijaga Muda memaknai hari pertama di kampus sebagai awal dari
perjalanan hidup yang baru.
“Hari
pertama mengenakan jaket almamater bukan sekadar momentum seremonial, melainkan
awal perjalanan untuk bertransformasi dari pelajar menjadi pembelajar, serta dari
penerima menjadi produsen ilmu pengetahuan. Di kampus ini, Anda akan
bertransformasi menjadi orang-orang terpelajar sekaligus manusia-manusia
beradab yang siap menyongsong masa depan dengan gemilang,” tutur Rektor.
Selama
menjalani perkuliahan, lanjut Rektor, mahasiswa akan dibimbing untuk berpikir
logis, kritis, dan kreatif. Para Kalijaga Muda juga dilatih berkomunikasi
dengan baik serta ditempa agar memiliki karakter yang kuat. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk sarjana yang mampu
berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.
“Di UIN Sunan Kalijaga, agama dan ilmu pengetahuan tidak ditempatkan secara
terpisah. Keduanya dipadukan melalui paradigma integrasi-interkoneksi yang
menjadi ruh pendidikan di kampus ini. Dengan pendekatan tersebut, Anda
diharapkan tumbuh menjadi ‘sarjana plus’ yang memiliki kompetensi keilmuan,
kematangan karakter, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan kemanusiaan,”
ujar Rektor.
Sehingga kegiatan PBAK seperti ini, menurut Rektor, bukan sekadar kegiatan
untuk memperkenalkan sistem pembelajaran dan fasilitas kampus. Kegiatan ini
merupakan pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal tradisi akademik UIN Sunan
Kalijaga, mulai dari berdiskusi secara terbuka, menyampaikan pemikiran kritis,
melahirkan gagasan orisinal, hingga membangun kemandirian dalam belajar. Bekal
tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam
menghadapi berbagai perubahan.
“Semangat
Empowering Knowledge, Shaping the Future mengajak Anda untuk tidak
sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dan memberikan arah bagi
perubahan. Dalam perjalanan tersebut, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen
membersamai proses transformasi Anda hingga tumbuh menjadi sarjana yang andal,
mampu berkontribusi bagi masyarakat, serta membanggakan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sementara
itu, Ketua Panitia Mahasiswa PBAK, Akhmad Abdillah, mengajak para Kalijaga Muda
untuk tidak merasa gentar memasuki lingkungan perguruan tinggi. Perbedaan
daerah asal, fakultas, dan latar belakang, menurutnya, justru menjadi kekuatan
yang mempertemukan mereka sebagai satu keluarga besar.
“Kita
berangkat dari warna, tempat, dan fakultas yang berbeda. Namun, kita adalah
Kalijaga Muda yang sama-sama sedang memperjuangkan mimpi,” ujarnya.
Adapun
Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Diaz Habibie Rahman, dalam orasinya yang
berapi-api mengingatkan bahwa kesempatan mengenyam pendidikan tinggi merupakan
anugerah yang disertai tanggung jawab besar. Mahasiswa memperoleh akses
terhadap ilmu pengetahuan, dosen, fasilitas riset, serta berbagai sumber
belajar yang belum tentu dapat dinikmati oleh semua orang.
Untuk
itu, ia mengajak para Kalijaga Muda untuk datang ke kampus bukan hanya
umengejar IPK, gelar, dan pekerjaan, tetapi juga untuk memahami dunia serta
terlibat dalam memperbaikinya. Sebab, menurutnya. ilmu pengetahuan tidak
sepenuhnya bebas nilai, tetapi penerapan
dan pemanfaatannya selalu membawa konsekuensi bagi kehidupan manusia.
“Ilmu
harus berpihak kepada kemanusiaan dan keberpihakan itu harus dirasakan oleh
saudara-saudara kita yang paling lemah. Ukuran pendidikan bukan seberapa tinggi
kita berdiri, tetapi seberapa banyak orang yang dapat kita angkat dari
keterpurukan,” tegas Diaz.
Menutup
pidatonya, Presiden Mahasiswa mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan ilmu
pengetahuan sebagai kekuatan untuk berkontribusi bagi bangsa. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, calon pemimpin, ataupun mereka
yang pandai beretorika. Namun, bangsa ini membutuhkan generasi yang
berintegritas dan berani menyuarakan kebenaran.
Usai penyampaian sejumlah pesan kepada mahasiswa baru, rangkaian pembukaan
dilanjutkan dengan pengukuhan simbolis perwakilan mahasiswa oleh Rektor. Mereka
adalah Mahira Mumarisa asal Jantho, Aceh Besar, Aceh, yang mewakili Fakultas
Ushuluddin dan Pemikiran Islam; Adelia Hastari Anhar asal Bukit, Bener Meriah,
Aceh, yang mewakili Fakultas Dakwah dan Komunikasi; serta Sastriani Putri Ikmal
asal Nusa Tenggara Timur yang mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Perwakilan lainnya ialah Musa Ukago asal Papua yang mewakili Fakultas Sains
dan Teknologi; Azza Aulia Darmawan asal Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah,
yang mewakili Fakultas Syariah dan Hukum; serta Harun Al Irsyad Lang Ere asal
Nusa Tenggara Timur yang mewakili Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Turut dikukuhkan Nansa Amani Mecca asal Seruway, Aceh Tamiang, Aceh, yang
mewakili Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora; Chaw Yadanar, mahasiswa
internasional asal Myanmar yang mewakili Fakultas Adab dan Ilmu Budaya; Andi
Arfiah asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang mewakili Program Studi
Kedokteran; serta Khawla Krouche, mahasiswa asal Aljazair, Afrika Utara, yang
mewakili Program Doktor Ekonomi Syariah.
Rangkaian pembukaan diakhiri dengan pemukulan gong oleh Rektor sebagai
penanda dimulainya PBAK UIN Sunan Kalijaga Tahun 2026. Dari Gedung
Multipurpose, 5.711 Kalijaga Muda mengawali perjalanan baru untuk belajar,
bertumbuh, serta mempersiapkan diri menjadi generasi berilmu yang berpihak
kepada kemanusiaan.
Post a Comment