News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

DPRD Kota Jogja Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil Wajib di Sekolah

DPRD Kota Jogja Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil Wajib di Sekolah


WARTAJOGJA.ID — Komisi D DPRD Kota Jogja tengah mendorong kebijakan penggunaan bahasa Jawa krama inggil (halus) secara wajib di lingkungan sekolah. Langkah ini diusulkan untuk memperkuat nilai kearifan lokal di satuan pendidikan sekaligus sebagai implementasi pendidikan khas Ke-Jogja-an.

​Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja, Solihul Hadi, menjelaskan bahwa bahasa daerah memiliki keunggulan berupa strata sosial yang mengajarkan tata krama dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Menurutnya, nilai ini tidak dimiliki secara khusus dalam bahasa pemersatu maupun budaya populer saat ini. Melihat fenomena generasi muda yang cenderung menyukai budaya luar, ia meminta para tenaga pendidik agar tidak ikut larut dan tetap konsisten menjaga benteng kebudayaan lokal.

​Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak legislatif mendorong hadirnya payung hukum yang kuat, seperti Peraturan Wali Kota (Perwal) atau Peraturan Daerah (Perda), mengingat belum ada sekolah yang menerapkan aturan ini secara tegas. Dalam perencanaannya, penerapan bahasa Jawa halus di sekolah dapat diselaraskan dengan penggunaan pakaian adat gagrak Jogja yang sudah rutin berjalan setiap Kamis Pon.

​Meskipun usulan ini masih berupa wacana dan dalam tahap penggodokan teknis, salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penyusunan buku saku panduan berbahasa Jawa bagi siswa. Buku saku tersebut nantinya memuat petunjuk praktis sehari-hari, mulai dari tata cara berbicara kepada guru dan teman sebaya, ungkapan izin pamit ke belakang, hingga tata cara pamit pulang sekolah.

​Solihul menyampaikan bahwa aspirasi dari para kepala sekolah di Kota Jogja menunjukkan respon yang sangat positif, walaupun masih ada tantangan teknis berupa keterbatasan kemampuan bahasa Jawa dari sebagian guru. Namun, ia menegaskan bahwa kendala tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pelaksanaan kebijakan ini, karena keberanian untuk memulai adalah kunci utama dalam membangun pembiasaan budaya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment