News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cegah Judol, Pinjol, dan Skimming di Kalangan Santri, Kemenko PM dan LPS Geber Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur

Cegah Judol, Pinjol, dan Skimming di Kalangan Santri, Kemenko PM dan LPS Geber Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur

WARTAJOGJA.ID : Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Dr. Drs. A. Muhaimin Iskandar, M. Si menghadiri kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini, diikuti sekitar 800 peserta terdiri dari santri, pengurus ponpes, tokoh agama, serta perwakilan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kemenko Pemberdayaan Nasyarakat bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menko Muhaimin menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi kaum santri. Ia mengingatkan agar santri tidak bersikap pasrah terhadap persoalan ekonomi. Menko PM mengungkapkan bahwa transformasi pesantren yang tengah digaungkan pemerintah juga mencakup penguatan kapasitas finansial para santri. Menurutnya, ini merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Menko Muhaimin juga menyoroti maraknya praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) yang menyerat berbagai kalangan masyarakat, baik tua maupun muda, berpendidikan tinggi maupun putus sekolah. Menurutnya, jebakan tersebut berpangkal dari minimnya ilmu dalam mengelola keuangan. "Tidak tanggung-tanggung, judol telah membuat Rp300-600 triliun dana kita kabur ke luar negeri berdasarkan data PPATK 2026. Akibatnya, kelompok miskin dan rentan semakin tertekan dan kehilangan daya beli," katanya

Menko Muhaimin mengajak seluruh santri dan hadirin untuk memulai pemberdayaan dari diri sendiri dengan membangun pola pikir yang produktif dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. "Mari kita mulai membangun mindset dan mental kaya. Perkaya diri dengan berbagai literatur keuangan, serta biasakan membaca dan berdiskusi persoalan-persoalan ekonomi," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Menko Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada LPS dan seluruh pihak yang terus menggerakkan literasi keuangan di lingkungan pesantren. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi literasi keuangan yang disampaikan langsung oleh Kepala Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, S.E., M.Sc.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment