News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

AAMAI Dorong Transformasi Ekosistem Asuransi Berbasis Teknologi Digital Lewat Konferensi Internasional di Yogyakarta

AAMAI Dorong Transformasi Ekosistem Asuransi Berbasis Teknologi Digital Lewat Konferensi Internasional di Yogyakarta


WARTAJOGJA.ID — Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) menggelar konferensi internasional bertajuk The Forum 2026 dengan tema "The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Ways" di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (6/8/2026). Rangkaian agenda ilmiah dan sosial ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Agustus 2026, guna merespons percepatan transformasi digital serta perubahan perilaku konsumen di sektor industri keuangan.

​Ketua Dewan Pengurus AAMAI Roby Loho menegaskan bahwa adopsi insurance ecosystem menjadi langkah krusial untuk menggeser paradigma asuransi dari sekadar transaksi jual beli produk menuju hubungan perlindungan yang berkelanjutan. Transformasi tersebut mendorong pemanfaatan komputasi awan, antarmuka pemrograman aplikasi (API), big data analytics, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan generatif (generative AI).

​"Pendekatan insurance ecosystem memperkuat kolaborasi antarindustri melalui teknologi insurtech, preventive ecosystem, dan generative AI guna meningkatkan pengalaman, kualitas, serta nilai bagi pelanggan," ujar Roby Loho saat membuka konferensi di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (6/8/2026).

​Meskipun menyajikan potensi pertumbuhan baru, integrasi teknologi digital pada sektor perasuransian tidak terlepas dari sejumlah hambatan operasional dan strategis. Transisi menuju layanan yang serba otomatis dan terhubung memerlukan penanganan mitigasi risiko secara ketat.

​"Meskipun pernah mengalami tantangan besar, implementasinya tetap menghadapi persoalan integrasi sistem, perlindungan data pribadi, serta koordinasi antar pemangku kepentingan," kata Roby.



​Konferensi internasional ini menghadirkan jajaran regulator, praktisi perasuransian, dan akademisi guna membedah peta jalan open insurance, embedded insurance, hingga tata kelola behavioral insurance. Konferensi dibuka secara resmi dengan paparan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, serta Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif & Digital Ahmad Ridha Sabana.

​Roby memaparkan bahwa The Forum 2026 mengusung empat pilar kegiatan utama. Pertama, program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi digital di Desa Selomartani, Kalasan, Sleman pada Rabu (5/8/2026). 

Kedua, malam keakraban prapenyelenggaraan bertajuk Aqua Verse Symphony yang digelar pada hari yang sama. Ketiga, sesi konferensi internasional utama yang berlangsung pada Kamis hingga Jumat (6-7/8/2026). Keempat, penutupan rangkaian acara melalui kegiatan pelepasan jejaring Ocean Breeze & Warm Connections di Gunungkidul serta Sunset Golden Hour Golf di Sleman pada Jumat (7/8/2026) siang.

​Tujuan utama dari penyelenggaraan ajang ini difokuskan untuk menyelaraskan pemahaman para pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika pasar global tanpa mengesampingkan koridor regulasi dan prinsip kepatuhan.

​"Tujuan utama konferensi ini adalah meningkatkan pemahaman strategis dan praktis mengenai transformasi industri asuransi melalui pengembangan insurance ecosystem berbasis teknologi digital. Kami memanfaatkan AI dan data analytics untuk menciptakan layanan yang personal dan berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan aspek regulasi, tata kelola, dan manajemen risiko," tutur Roby.

​AAMAI berharap momentum konferensi di Yogyakarta ini mampu menghasilkan kesepakatan strategis lintas sektor untuk memperkuat daya saing industri perasuransian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

​"Kami berharap konferensi ini dapat meningkatkan komitmen dan kolaborasi strategis antara pelaku industri asuransi, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan insurance ecosystem guna memperkuat daya saing, inovasi, serta keberlanjutan industri asuransi di Indonesia," pungkas Roby.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment