Mahasiswa UAJY Raih Juara 1 dan 2 dalam Kompetisi Slog Challenge 2026 di Vietnam
Caption - Dua mahasiswa UAJY yang berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam kompetisi Slog Challenge 2026 di Vietnam, Maria Rosari Zevannya Restu Bumi (angkatan 2023) sebagai Juara 1 dan Daniel Kasih Wirjawan (angkatan 2023) sebagai Juara 2. (Foto: Humas UAJY)
WARTAJOGJA.ID - Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Internasional (IUPIE), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional dalam ajang Supply Chain and Logistics Challenge (SLOG Challenge) 2026.
Dua mahasiswa UAJY berhasil membawa pulang prestasi membanggakan, yakni Maria Rosari Zevannya Restu Bumi (angkatan 2023) sebagai Juara 1 dan Daniel Kasih Wirjawan (angkatan 2023) sebagai Juara 2.
Keduanya didampingi oleh Ir Twin Yoshua R Destyanto ST M Sc Ph D IPM selaku Ketua Program Studi Sarjana Teknik Industri serta Dr Yosephine Suharyanti ST MT selaku dosen pengampu mata kuliah Supply Chain Management.
SLOG Challenge merupakan kompetisi akademik skala internasional yang bergerak di bidang Logistik dan Manajemen Rantai Pasok. Kompetisi ini pertama kali diluncurkan pada 10 Mei 2021.
Diselenggarakan oleh Van Lang University (VLU) Vietnam, tepatnya oleh Faculty of Commerce VLU bekerja sama dengan Logistics Talent Club VLU. Pada tahun 2026, SLOG Challenge mengusung tema “Data Analytics & Digital Twin for Smart Logistics and Supply Chain”.
Tim UAJY memulai perjalanan kompetisi dari 21–24 Juni 2026, diawali dengan keberangkatan ke Kota Ho Chi Minh Vietnam, kunjungan ke High-Tech Agriculture Facility di Cu Chi, pengenalan kampus VLU dilanjutkan dengan rehearsal.
Pada 24 Juni 2026 menjadi puncak acara, di mana Daniel melaksanakan beberapa kegiatan, seperti Presentasi Privat, Diskusi Tim, Debat Terbuka, Judging Sessions dan diakhiri dengan Awarding Night.
Maria menjelaskan bahwa mahasiswa internasional yang mengikuti kompetisi tidak melalui tahap penyisihan seperti peserta dari Vietnam. Mereka langsung mengikuti babak final dan dibagi secara acak ke dalam tim multinasional.
"Di SLOG Challenge ini kami langsung mengikuti final stage. Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai universitas di Vietnam sudah melalui tahap seleksi. Sementara peserta internasional dari Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Taiwan langsung masuk ke babak final, lalu dibagi secara acak ke dalam kelompok untuk menyelesaikan studi kasus bersama," ujar Maria dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2026).
Daniel menerangkan bahwa VLU berkolaborasi resmi dengan Program Studi Sistem Informasi UAJY.
“Sebelumnya kami menerima informasi mengenai kompetisi ini dari Program Studi Sistem Informasi UAJY karena mereka menjalin kolaborasi, seperti pertukaran pelajar pada Mei 2026 lalu, yang kemudian VLU mengirimkan undangan kompetisi, dan diteruskan pada kami,” ujar Daniel.
Dalam kompetisi ini, Maria dan Daniel tergabung dalam tim yang berbeda bersama delegasi dari berbagai negara Asia Tenggara. Setiap tim diminta merancang solusi inovatif terhadap permasalahan logistik dan rantai pasok menggunakan pendekatan data analytics serta digital twin.
Solusi yang mereka susun berfokus pada efisiensi waktu, biaya, dan sumber daya, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan melalui upaya pengurangan emisi karbon dioksida (CO₂) dari aktivitas logistik.
Daniel juga mengungkapkan tentang kesulitan-kesulitan yang dialaminya selama kompetisi, namun terus bersyukur karena pihak kampus turut peduli lewat dukungan pembiayaan.
“Untuk teman-teman UAJY, khususnya FTI, ke depannya belajar untuk keluar dari zona nyaman dan jangan malas untuk mempelajari sesuatu yang mungkin terasa sulit, namun pada akhirnya bisa dilalui, kami juga memiliki banyak tantangan dalam mencoba hal baru, tapi ketahuilah UAJY juga mendukung penuh mahasiswanya untuk berkembang,” jelas Daniel.
Maria turut mengajak mahasiswa UAJY agar tidak ragu mencoba pengalaman baru dan terus mengembangkan kemampuan diri.
"Jangan takut mencoba hal baru dan berani menantang diri sendiri keluar dari zona nyaman. Teruslah belajar, terutama hal-hal yang awalnya terasa sulit, karena justru dari situ kita bisa mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya," ungkapnya.
Melalui prestasi ini, diharapkan dapat mendorong seluruh mahasiswa UAJY untuk berprestasi di tingkat internasional dan menjadi pengingat bahwa UAJY selalu mendukung mahasiswa untuk berprestasi. (*)
Post a Comment