Ketua DPRD DIY Nuryadi Apresiasi Warga Bleberan Tolak Politik Uang, Siap Perjuangkan Penyelesaian Jalan Lingkar
WARTAJOGJA.ID – Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nuryadi mengapresiasi tingginya kesadaran politik masyarakat Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, yang dinilainya mampu menjaga kualitas demokrasi dengan menolak praktik politik uang. Menurutnya, budaya politik yang sehat harus dibalas dengan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran Program Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 300 meter yang bersumber dari APBD DIY melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD DIY.
Program tersebut merupakan hasil sinergi DPRD DIY bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY dalam memperkuat infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Dalam pertemuan bersama warga dan pemerintah kalurahan, Nuryadi menegaskan pembangunan yang diperjuangkan melalui Pokir bukanlah bantuan pribadi anggota dewan, melainkan hak masyarakat yang dikembalikan melalui APBD.
"Ini bukan uang saya, tetapi uang masyarakat. Kami sebagai wakil rakyat hanya memperjuangkan agar anggaran itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang bermanfaat," ujar Nuryadi saat meninjau pembangunan cor jalan di Bleberan Playen Gunungkidul Jumat ( 24/7/2026).
Ia mengaku terkesan dengan kondisi sosial politik di Bleberan, khususnya di Padukuhan Bleberan dan Sawahan. Menurutnya, masyarakat menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dengan menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak dan kinerja calon, bukan karena iming-iming politik uang.
"Sebagai politisi, saya melihat kesadaran politik masyarakat di sini sangat tinggi. Mereka memilih wakil rakyat karena ingin mendapatkan pemimpin yang bekerja, bukan karena praktik money politics. Kondisi seperti ini merupakan modal penting bagi kemajuan daerah," katanya.
Nuryadi menilai semakin baik kualitas demokrasi di tingkat masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab wakil rakyat untuk menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran.
"Kalau masyarakat sudah memberikan kepercayaan secara sehat, maka kami juga harus membalasnya dengan bekerja sungguh-sungguh memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan pribadi," tegasnya.
Selain menyerahkan program jalan cor beton sepanjang 300 meter, Nuryadi mengungkapkan masih terdapat sekitar 400 meter ruas jalan yang belum tersambung sehingga jalan lingkar di Bleberan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, ia meminta pemerintah kalurahan dan pemerintah padukuhan segera menyiapkan proposal pembangunan lanjutan agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan APBD DIY.
"Masih ada sekitar 400 meter yang perlu diselesaikan. Silakan proposalnya disiapkan. Kami akan berupaya memasukkannya dalam pembahasan anggaran tahun 2027 agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan keuangan daerah," ujarnya.
Tak hanya penyelesaian jalan cor beton, Nuryadi juga membuka peluang melanjutkan pembangunan talud yang sebelumnya telah disurvei. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan tersebut akan memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan keamanan akses jalan bagi masyarakat.
Apabila seluruh ruas jalan lingkar dapat diselesaikan, manfaatnya diyakini tidak hanya dirasakan warga Bleberan, tetapi juga masyarakat di Padukuhan Babaran dan Sawahan II yang selama ini memanfaatkan jalur tersebut sebagai akses utama.
Melalui program PSU berbasis Pokir DPRD DIY, Nuryadi berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. ( *** )
Post a Comment