Gelar Pelepasan Purnasiswa, Hampir 90 Persen Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Langsung Terserap Dunia Kerja
WARTAJOGJA.ID: SMK-SMTI Yogyakarta menggelar upacara pelepasan purnasiswa Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dipusatkan di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Pada momentum ini sekolah di bawah naungan Kementerian Perindustrian itu mencatatkan sejarah baru. Sebab sekolah vokasi tersebut sukses meluluskan jumlah siswa terbesar sepanjang sejarah berdirinya sekolah, sekaligus mencatatkan rekor keterserapan kerja tertinggi di lingkup Kementerian Perindustrian RI.
Kepala SMK-SMTI Yogyakarta , Sarman, S.Pd., M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas keberhasilan para purnasiswa menyelesaikan masa studi mereka.
"Pada tahun 2026 ini, SMK-SMTI Yogyakarta melepas sebanyak 344 orang purnasiswa yang seluruhnya telah dinyatakan lulus sejak 4 Mei 2026," kata Sarman.
Komposisi lulusan tersebut terdiri dari 94 orang dari Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri, 93 orang dari Kimia Analisis, 62 orang dari Teknik Mekatronika masa studi 4 tahun, serta 95 orang dari Teknik Mekatronika masa studi 3 tahun.
Dengan penambahan ini, total lulusan SMK-SMTI Yogyakarta sejak tahun 1952 atau lulusan pertama hingga tahun 2026 telah mencapai kurang lebih 9686 orang.
Sarman menjelaskan bahwa lulusan tahun ini merupakan angkatan dengan kuantitas terbesar, namun tetap mempertahankan kualitas terbaik dengan rerata kelulusan untuk sertifikat kompetensi dari BNSP bagi 3 konsentrasi keahlian mencapai 96,51 persen.
"Alhamdulillah pada wisuda kali ini diikuti oleh 344 wisudawan. Dan alhamdulillah lagi, hampir 90 persen sudah terserap di indsutri," kata Sarman.
Berdasarkan data sekolah per 30 Juni 2026 atau dua bulan setelah kelulusan, angka keterserapan purnasiswa telah mencapai 89,74 persen alias nyaris 90 persen.
Rinciannya adalah 245 orang sudah bekerja, 45 orang melanjutkan studi, 1 orang berwirausaha, 28 orang dalam proses bekerja, dan 25 orang dalam proses melanjutkan studi.
"Kelas industri itu kami polanya banyak, ada rekomendasi industri itu masuk kelas industri. Karena mereka magang dan kerja sudah dijamin oleh industri," imbuhnya.
"Jadi salah satu cara masuk SMTI dengan rekomendasi industri. Itu sudah masuk kelas industri. Karena mereka PKL nya sudah dijamin. Kemudian kerjanya sudah dijamin," kata Sarman.
Tingginya angka penyerapan kerja ini tidak lepas dari implementasi kurikulum ganda (dual system) yang dijalankan secara nyata oleh sekolah, di mana siswa belajar di sekolah dan langsung di industri dengan evaluasi berkala.
"Kita melakukan adopsi dual system. Dalam arti ketika siswa mulai PKL, atau saat naik kelas 3 kemudian PKL. Ada evaluasi per 6 bulan. Nah ketika 6 bulan evaluasi, kita tanyakan ke industri, mau ambil tidak? Kalau industri mau ambil, siap. Tapi kalau tidak, kembalikan kepada kami. Sehingga jangan heran ketika masuk semester 6, anak-anak sudah banyak yang bekerja," kata Sarman.
Sistem ganda yang sudah berjalan baik di semua konsentrasi keahlian ini juga telah mendapatkan pengakuan dari EKONID Jerman dengan predikat "A".
Guna menjamin mutu pendidikan vokasi sesuai amanah Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, ujar Sarman, para lulusan juga dibekali dengan Sertifikat Kompetensi dari BNSP serta berbagai sertifikat internasional.
Sedangkan untuk Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri, sertifikat internasional diperoleh dari Vapro Belanda dengan kelulusan 92,55 persen, sedangkan Konsentrasi Keahlian Kimia Analisis meluluskan 100 persen siswanya dalam sertifikasi tersebut.
Sementara itu, sertifikat internasional dari Siemens Jerman bagi Konsentrasi Keahlian Teknik Mekatronika berhasil diraih dengan kelulusan 78,12 persen untuk masa studi 4 tahun dan 100 persen untuk masa studi 3 tahun.
Di bidang kebahasaan, kemampuan bahasa Inggris siswa ditandai dengan perolehan sertifikat TOEIC, dengan skor tertinggi mencapai 900 poin yang diraih oleh Mohammad Azka dari Konsentrasi Keahlian Kimia Analisis.
Prestasi nonakademik sekolah juga terus berlanjut secara estafet. Setiap tahun, sekolah selalu berhasil mengirimkan wakilnya menjadi anggota Paskibra Kota Yogyakarta.
Pada tahun 2026 ini, dua siswa kelas X yaitu Nur Muhammad Yasin dan Anung Bramantya Saputra telah terpilih dan siap memasuki masa karantina untuk bertugas dalam upacara peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Di akhir prosesi kelulusan yang mengusung tema "The Next Generation of Industrial Leaders" ini, Sarman memberikan pesan mendalam bagi para lulusan yang kini resmi melangkah ke dunia industri nyata.
"Pesan kami kepada anak-anak, cincanglah tinggi profesionalitas. Kalian sekarang sudah menjadi profesional. Harus menghargai itu. Ketika kalian menjalani kontrak, tanda tangan kontrak, jalani itu, kerjakan itu dengan sungguh-sungguh. Angkat nawa baik sekolah," pesan Sarman.
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si.
Ia menegaskan bahwa keterserapan SMK-SMTI Yogyakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia saat ini di antara seluruh satuan kerja (Satker) di bawah kementeriannya.
"Kami berikan apresiasi tinggi kepada SMTI Yogyakarta karena 90 persen lulusannya bisa terserap dunia kerja, sebagian ada yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan juga ada yang berwirausaha," kata dia.
"Sebenarnya kami memiliki target dalam waktu 6 bulan lulusan ini bisa terserap sampai 100 persen. Namun di hari wisuda ini capaian itu sudah sangat bagus, mendekati 90 persen, ini kebanggaan buat kita semua, baik siswa, sekolah, juga orang tua," imbuh dia.
Wulan membeberkan, jenjang SMK yang selama ini dianggap sebelah mata bisa terbuka dengan capaian SMTI Yogyakarta.
"Selama ini kan SMK dianggap tidak bisa bekerja. Namun hari ini kita buktikan langsung bahwa lulusan SMK bisa terserap langsung di sektor industri," papar Wulan.
Wulan menambahkan, dari 22 Satker dan 9 SMK yang dimiliki Kementerian Perindustrian di skala nasional, SMK-SMTI Yogyakarta menempati urutan paling tinggi dalam serapan lulusan yang langsung bekerja, bahkan sebelum mereka diwisuda.
"Di tempat lain, rata-rata serapannya masih banyak yang di bawah 50 persen, meskipun mayoritas sudah berada di atas 50 persen," kata dia.
Kualitas pendidikan ini diakui langsung oleh salah satu lulusan terbaik dari Konsentrasi Keahlian Kimia Analisis, Isnatun Khasanah, yang kini langsung bekerja sebagai Quality Control Analyst Kimia di PT Reckitt Benckiser Indonesia.
Isnatun juga merupakan peraih predikat lulusan terbaik pada sertifikasi Vapro.
"Pengalaman yang saya peroleh selama di SMTI maupun praktik kerja industri sangat membantu dalam beradaptasi dan menjalankan pekerjaan saat ini sebagai quality control analyst kimia," kata Isna.
Menurutnya, keunggulan SMK-SMTI terletak pada kurikulum yang relevan dengan industri, kemudian laboratorium yang berstandar industri, serta kemitraan yang kuat terhadap berbagai perusahaan sehingga lulusannya siap untuk memasuki dunia kerja.
"Jadi sekolah itu sudah bermitra dengan tipe-tipe industri sehingga ketika industri ada kebutuhan, industri langsung menghirumi sekolah," tutur Isnatun.
Ia juga menambahkan bahwa kunci untuk menjadi lulusan terbaik adalah belajar rajin dan mematuhi peraturan sekolah.
Mengenai porsi pembelajaran ganda, Isnatun mengakui ilmu yang didapat sangat sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.
"Untuk porsi pembelajaran di sekolah itu menggunakan dual system. Jadi kita belajar di sekolah dan juga belajar di industri, itu sangat berguna. Karena dengan sertifikat tersebut, kita bisa menaikkan value kita terhadap industri ketika kita menjual apa untuk industri," kata Isna.
"Tentunya ilmu yang diberikan oleh SMTI itu relevan dengan industri. Tetapi ketika kita berada di industri itu kita akan dihadapkan dengan sesuatu yang baru seperti alat-alat yang canggih dan juga budaya kerja yang berbeda," imbuh Isna.
Selain Isnatun, sejumlah nama lulusan terbaik dari setiap Konsentrasi Keahlian juga diumumkan beserta perusahaan tempat mereka bekerja. Pada Teknik Kimia Industri, peringkat 1 diraih Adinda Rizki Rahmawati (PT Citra Resins Industries), peringkat 2 Fahmi Alfi Khoiriyah (PT Graha Farma), dan peringkat 3 Ridvan Said (PT Propan Raya). Pada Kimia Analisis, peringkat 1 ditempati Rasendrio Ahmad Ridwan (PT Propan Raya), peringkat 2 Ajeng Dwie Azhari (PT Dankos Farma), dan peringkat 3 Desi Pratiwi (PT Kalbio Global Medika).
Untuk Teknik Mekatronika Masa Studi 4 Tahun, lulusan terbaik berturut-turut diraih Adrian Pasha Ramandaka (PT Schneider Electric Indonesia), Rafi Raihan Hanif Pratama (PT Benvors Sarana Utama), dan Ramadhan Ananta Pratama (PT Astra Daihatsu Motor). Sedangkan untuk Masa Studi 3 Tahun diraih oleh Evan Akbar Hadinata (PT TD Automotive Compressor Indonesia), Muhammad Maarif Al Kaaf (PT Toyota Boshoku Indonesia), dan Muhammad Falih Salomo (PT Indonesia Digital Inovasi).
Predikat terbaik Ujian Internasional disematkan kepada Nurul Isrodah (Teknik Kimia Industri) yang saat ini dalam proses rekrutmen PT Kalbe Farma, Isnatun Khasanah (Kimia Analisis) di PT Reckitt Benckiser Indonesia, Raihan Bisma Adiananta (Teknik Mekatronika Kurikulum 4 Tahun) di PT TD Automotive Compressor Indonesia, serta Sekar Lutfi Astuti (Teknik Mekatronika Kurikulum 3 Tahun) yang sedang dalam proses melanjutkan studi S1 Teknik Elektro di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Purnasiswa SMK-SMTI Yogyakarta juga menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik. Anatasya Sahasika Devi tercatat sukses terpilih menjadi petugas pengibar bendera Paskibra tingkat Kota Yogyakarta pada peringatan HUT RI Tahun 2024. Prestasi tingkat nasional juga diraih oleh Jagat Hafizuddin Sastradiningrat bersama Nurul Isrodah yang sukses menyabet Medali Perak kategori Agribisnis, Agroteknologi dan Kemaritiman dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Keberhasilan dalam melahirkan lulusan berkompeten ini membuat animo masyarakat untuk masuk ke SMK-SMTI Yogyakarta melonjak tajam.
Pada tahun 2026, jumlah pendaftar baru mencapai 4044 orang, padahal kuota siswa baru yang diterima hanya 324 orang. Hal ini membuat rasio keketatan persaingan masuk mencapai 1 dibanding 12,5 melampaui target minimal yang ditetapkan pusat sebesar 1 dibanding 10.
Sarman menyebutkan bahwa tingginya animo ini berkat strategi promosi unik yang melibatkan siswa secara langsung. "Kita bekerja sama. Kita justru anak-anak ujung tomba kita. Jadi anak-anak dari SMP mana kita kembalikan ke SMPnya. Kemudian anak-anak yang promosi sendiri. Jadi ada anak melakukan promosi. Kemudian mereka, kalau anak yang promosi kan kena. Bahasanya kena. Jadi kan bahasa sesama-siswa. Itu kena masuk semua," kata Sarman.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.
Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.
"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.
"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.
Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.
Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.
"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.
Post a Comment