News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun Swadaya, 120 Pekebun Kutai Timur Ikuti Pelatihan Pemetaan di Balikpapan

BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun Swadaya, 120 Pekebun Kutai Timur Ikuti Pelatihan Pemetaan di Balikpapan


WARTAJOGJA.ID– Guna menjawab tantangan peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui LPP Agro Nusantara menggelar Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, 7-10 Juli 2026.

LPP Agro Nusantara sendiri merupakan lembaga pelatihan terpercaya yang ditunjuk BPDP dan Ditjenbun untuk melaksanakan program pengembangan SDM pekebun swadaya secara nasional.

Pelatihan ini dibuka secara resmi pada 7 Juli 2026 oleh Jumilawati, S.E., Bendahara Pengeluaran Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, dan ditandai dengan penampilan Tarian Mangkalong Butuo Arga. Sebanyak 120 pekebun swadaya dari Kabupaten Kutai Timur menjadi peserta angkatan ini.

Isu produktivitas pekebun swadaya menjadi perhatian strategis nasional. Data menunjukkan pekebun swadaya mengelola sekitar 40% dari total luas lahan sawit di 26 provinsi dengan kontribusi 30-35% terhadap produksi CPO nasional. Namun produktivitasnya masih di bawah angka ideal.

“Penguatan kapasitas SDM pekebun adalah kunci. Melalui program pelatihan yang didanai BPDP ini, kami ingin menyamaratakan pemahaman praktik budidaya yang baik agar pekebun swadaya bisa lebih berdaya saing,” ujar Dede Yudo Kurniawan, Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara.

Sebagai bagian dari program, peserta juga melaksanakan fieldtrip ke PT Alam Jaya Persada pada 9 Juli 2026 untuk praktik langsung teknik pemetaan dan pengelolaan lahan.

LPP Agro Nusantara tahun ini mendapat amanah menjalankan 100 kelas pelatihan di 7 provinsi yaitu Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan dengan total target 3.035 peserta. Jumlah ini meningkat dari 2.066 peserta pada 2025.

“Peningkatan jumlah peserta adalah tantangan sekaligus tanggung jawab. Kami berkomitmen menjadi pendamping pekebun untuk mendorong praktik berkelanjutan dan kesejahteraan petani,” tegas Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara.

Kegiatan pelatihan akan ditutup pada 10 Juli 2026 oleh Muhammad Yusufsyah, S.Sos., M.M., Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur.

Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah, BPDP, dan lembaga pelatihan dalam mendukung program peremajaan sawit rakyat, peningkatan sarana prasarana, dan pengembangan SDM perkebunan sebagai pilar ketahanan komoditas strategis nasional.


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment