News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Riset HIPMI Syariah DIY: Anak Muda Antusias Pahami Ekonomi Syariah

Riset HIPMI Syariah DIY: Anak Muda Antusias Pahami Ekonomi Syariah


WARTAJOGJA.ID : Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi merilis hasil riset mendalam bertajuk Youth Sharia Report 2026 yang mengungkap fakta bahwa mayoritas generasi muda di Indonesia memiliki ketertarikan tinggi terhadap ekonomi syariah, walaupun tingkat adopsi layanannya masih terkendala oleh minimnya pemahaman akses di kalangan Milenial dan Gen Z. 

Pemaparan data survei yang berlangsung dalam diskusi publik di Ndalem Punakawan pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026 ini merupakan hasil penjaringan aspirasi dari 488 responden di berbagai wilayah Indonesia sejak tanggal 25 Februari hingga 7 Maret 2026, di mana responden asal Daerah Istimewa Yogyakarta menyumbang kontribusi sebesar 11,73 persen.

Ketua HIPMI Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta, Fajaruddin Ahmad Muharom, menjelaskan bahwa riset ini adalah langkah nyata organisasi dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta memberikan dampak konkret bagi penguatan ekonomi masyarakat. 

"Diskusi publik dan rilis survei ini kami lakukan untuk terus memaksimalkan sinergi bersama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami ingin agar organisasi membawa dampak nyata bagi masyarakat," kata Fajaruddin saat memberikan keterangan resminya kepada media.

Data riset tersebut menunjukkan angka 94,25 persen responden sudah familier dengan istilah-istilah ekonomi syariah seperti bank syariah, zakat, hingga produk halal, bahkan sebanyak 40,21 persen responden menyatakan sangat tertarik serta 28,04 persen lainnya tertarik untuk memperdalam pemahaman mereka. 

Namun, besarnya minat ini belum berbanding lurus dengan pemanfaatan produknya, mengingat 53,02 persen responden yang belum menggunakan layanan syariah mengaku tidak tahu cara mengaksesnya, sementara 20,13 persen responden menilai belum ada pembeda yang jelas antara produk syariah dan produk konvensional.

Salah satu penyusun riset yang merupakan dosen Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta sekaligus pengurus HIPMI Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Zaki Mubarrak, memaparkan bahwa generasi muda era kini sangat mengutamakan aspek kemudahan akses, layanan digital, dan kesesuaian nilai produk dengan identitas personal mereka. Menurutnya, tantangan utama industri syariah bukan lagi sekadar mengenalkan konsep melainkan menghadirkan pengalaman digital yang praktis dan dekat dengan keseharian anak muda.

 "Temuan menarik lainnya menunjukkan media sosial menjadi sumber informasi utama bagi generasi muda dengan angka mencapai 74,33 persen. Adapun konten yang paling banyak dikonsumsi adalah hiburan sebesar 72,28 persen, edukasi 71,46 persen, dan konten keagamaan 66,32 persen," ujar Zaki secara rinci.
Dalam hal kepercayaan informasi produk syariah, tokoh agama menempati posisi teratas dengan angka 52,77 persen, diikuti iklan komersial sebesar 50,10 persen, dan pemengaruh atau selebriti di angka 48,05 persen. Beberapa figur ulama yang dinilai paling berpengaruh secara berurutan adalah Ustaz Adi Hidayat dengan 50,51 persen, Ustaz Abdul Somad sebesar 44,15 persen, serta Ustaz Hanan Attaki di angka 39,63 persen.

Melihat potensi pasar yang luar biasa besar ini, tim penyusun riset lainnya yakni Maryam Fithrianti dari Universitas Negeri Yogyakarta bersama Lisa Lindawati dari Universitas Gadjah Mada yang aktif di komunitas Terimakasih Indonesia, menilai dominasi demografi muda di Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri lewat pendekatan yang lebih inovatif.

 "Melalui laporan tersebut, HIPMI Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta merekomendasikan agar pelaku industri memperkuat komunikasi digital melalui konten yang lebih interaktif dan relevan dengan anak muda, meningkatkan literasi yang bersifat aplikatif, menghadirkan inovasi layanan digital yang lebih mudah diakses, serta mengembangkan pendekatan halal lifestyle yang menekankan kualitas, nilai etis dan keberlanjutan. Dengan jumlah generasi muda yang mendominasi struktur penduduk Indonesia, ekonomi syariah dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat," tegas Maryam 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment