Universitas Janabadra Ukir Sejarah, Pelerakan Batu Pertama Mulai Pembangunan Kampus Terpadu
WARTAJOGJA.ID : Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta secara resmi memulai transformasi besar dalam dunia pendidikan tinggi melalui prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampus Terpadu yang berlokasi di Padukuhan Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, pada Sabtu (2/5/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi simbol kebangkitan institusi yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, sekaligus menandai dimulainya proyek strategis di atas lahan seluas 5,6 hektare milik Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra (YPTJ).
Acara peletakan batu pertama ini dilakukan secara kolaboratif oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda, serta jajaran pimpinan universitas dan yayasan.
Sebagai simbol kesinambungan semangat perjuangan, seremoni ini juga diwarnai dengan penanaman pohon Bodhi hasil cangkokan dari pohon asli yang ditanam oleh pendiri UJB, KPH Soedarisman Poerwokoesoemo, di Kampus Pusat.
Kehadiran pohon ini bermaksud menegaskan bahwa meskipun kampus berkembang secara modern, nilai-nilai luhur pendiri tetap menjadi akar utama dalam setiap langkah kemajuan.
Ketua Pengurus YPTJ, Drs. Surjadiman, M.M., menegaskan bahwa pembangunan ini telah melalui prosedur legal yang sangat ketat, di mana seluruh perizinan seperti Surat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan dokumen Kelayakan Lingkungan Hidup telah dipenuhi sebelum alat berat diturunkan.
"Kami menyadari bahwa yayasan tidak mungkin membangun seluruh kompleks ini secara instan, namun peletakan batu pertama ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan kampus terintegrasi seluas 55.732 meter persegi yang akan mencakup gedung rektorat, perpustakaan, hingga auditorium dalam bangunan yang direncanakan mencapai delapan lantai," ungkap Surjadiman dalam pidatonya.
Rektor UJB Dr. Risdiyanto menjelaskan bahwa proyek yang diperkirakan menelan anggaran senilai Rp 550 miliar ini diawali dengan prioritas pembangunan gedung Fakultas Hukum yang ditargetkan selesai dalam kurun satu hingga dua tahun ke depan.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan lahan di Kampus Timoho yang selama ini menjadi pusat kegiatan akademik.
"Perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan luar biasa yang mengharuskan kami menyediakan fasilitas non-akademik yang mumpuni, termasuk rencana pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA sebagai bagian dari layanan sarana prasarana olahraga dan seni bagi mahasiswa," jelas Risdiyanto.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas keberanian UJB melakukan ekspansi besar di wilayahnya.
Menurutnya, pembangunan kampus terpadu ini merupakan langkah visioner yang tidak hanya memperkuat ekosistem pendidikan di Yogyakarta, tetapi juga akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan Gamping.
"Kami berharap gedung-gedung baru yang nyaman dan bersih nantinya mampu memotivasi mahasiswa untuk meraih prestasi setinggi mungkin di tingkat global," kata Harda.
Meskipun fokus pembangunan beralih ke Trini, pihak universitas memastikan bahwa kampus lama di Jalan Timoho tetap akan beroperasi secara aktif dengan alih fungsi sebagai pusat pelatihan atau training center.
Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, Universitas Janabadra optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi dan mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat di bawah naungan fasilitas kampus yang lebih representatif dan ramah lingkungan.
Post a Comment