News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sido Muncul Siapkan 6 Langkah Strategis Pacu Pertumbuhan Jangka Panjang di Usia Ke-75

Sido Muncul Siapkan 6 Langkah Strategis Pacu Pertumbuhan Jangka Panjang di Usia Ke-75

WARTAJOGJA.ID : PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyambut momentum hari ulang tahun yang ke-75 pada bulan November 2026 mendatang dengan menyiapkan enam langkah strategis guna mendorong pertumbuhan usaha dalam jangka panjang. 

Direktur Utama Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat, menjelaskan enam langkah itu mulai aspek digitalisasi hingga memperluas jangkauan pasar ekspor.

Irwan membeberkan langkah pertama diwujudkan melalui peluncuran platform digital SidoHerbalPedia yang diposisikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas mengenai sistem pengobatan herbal. 

"Platform ini ditargetkan mampu memacu penjualan pada kategori produk food supplement herbal sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kegunaan herbal asli Indonesia melalui sajian informasi jamu yang berbasis riset dan uji klinis," ujar Irwan di Jakarta, 12 Mei 2026.

Langkah kedua berfokus pada pelaksanaan riset di sektor hulu demi mendongkrak kualitas tanaman rempah yang menjadi bahan baku utama, sehingga mutu dari produk jamu dapat dipastikan dengan baik sejak dari awal proses penanaman. 

Langkah ketiga diisi dengan pengembangan riset tanaman obat yang difokuskan untuk penanganan penyakit kronis seperti kanker, diabetes melitus, serta penguatan sistem imunitas tubuh demi memperkaya variasi produk herbal yang berbasis ilmiah. 

Pada langkah keempat, perusahaan akan menggelar uji praklinis untuk produk-produk Sido Muncul yang saat ini sudah beredar di pasaran demi memperkuat legalitas ilmiah atas khasiat produk serta meningkatkan kepercayaan para konsumen.

Untuk langkah kelima, Sido Muncul siap memperlebar jangkauan pasar ekspor dengan menembus pasar mainstream internasional. 

Pada tahun ini, perusahaan mengagendakan perluasan pasar ke wilayah Arab Saudi dan China melalui proses pendaftaran produk agar dapat diperjualbelikan di jaringan pasar utama negara setempat. 

Selama ini, produk-produk Sido Muncul di mancanegara dinilai masih lebih banyak beredar di pasar sekunder atau toko-toko khusus yang melayani komunitas Indonesia. 

Melalui penetrasi langsung ke pasar utama di Arab Saudi dan China, perusahaan membidik lompatan nilai penjualan ekspor yang signifikan.

"Kami akan mendaftarkan produk di Arab Saudi untuk masuk pasar mainstream. Kalau bisa, kami juga akan masuk ke China," ucap Irwan.

Selanjutnya, langkah keenam dijalankan dengan berkomitmen menjaga kualitas produk secara konsisten pada semua lini bisnis perusahaan, yang dibarengi dengan langkah efisiensi biaya operasional melalui optimalisasi proses produksi, pembenahan kemasan, manajemen pemasok yang ketat, efisiensi anggaran iklan promosi, serta penyempurnaan rantai pasok.

Di samping pelaksanaan enam pilar strategi tersebut, Irwan menambahkan bahwa pihak perusahaan tetap menaruh kewaspadaan terhadap tantangan eksternal, salah satunya terkait dinamika politik global yang memicu kenaikan harga bahan baku untuk kemasan. 

Walau demikian, perusahaan memastikan situasi tersebut masih dapat ditangani secara optimal karena sekitar 90 persen kebutuhan bahan baku Sido Muncul dipasok dari sumber domestik. Dengan struktur pembiayaan yang didominasi bahan baku lokal, dampak dari fluktuasi nilai tukar dollar AS terhadap mata uang rupiah menjadi sangat minim bagi perseroan.

"Kami bukan pabrik farmasi yang 100 persen impor. Bahan baku kami 90 persen lokal, jadi dampak kurs tidak terlalu besar," jelas Irwan.

Porsi penggunaan bahan baku impor tercatat hanya berkisar 5 hingga 6 persen dari total kebutuhan, di mana sebagian besarnya hanya merupakan bahan pembantu dalam proses produksi. 

Di sisi lain, komponen kemasan plastik yang mengalami dampak kenaikan harga akibat pergeseran nilai kurs hanya menyumbang sekitar 5 sampai 7 persen dari keseluruhan total biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.

Secara menyeluruh, Irwan menyatakan rasa optimisnya yang tinggi terhadap prospek industri herbal nasional serta performa bisnis Sido Muncul sepanjang tahun 2026. 

Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap aspek kesehatan dinilai menjadi penggerak utama pertumbuhan industri. 

Faktor-faktor lain seperti perubahan cuaca, pergerakan mobilitas masyarakat yang tinggi, serta tradisi konsumsi herbal yang kuat di Indonesia diyakini akan menjadi pilar penyokong performa perseroan. 

Meski dibayangi tantangan seperti daya beli masyarakat yang kian selektif, naiknya harga kemasan, biaya energi, ongkos logistik, serta ketidakpastian kondisi global, manajemen yakin mampu mengatasinya dengan kalkulasi strategi yang matang.

"Optimisme ini ditopang oleh permintaan pasar yang tetap kuat, posisi merek yang dominan, serta penguatan inovasi dan ekspansi pasar," kata Irwan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment