Sido Muncul Bagikan Sisa Dividen Rp 441,52 Miliar Pekan Ini
WARTAJOGJA.ID : PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) resmi menjadwalkan pembayaran sisa dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp441,52 miliar atau setara Rp15 per saham pada hari Kamis, 7 Mei 2026.
Pembayaran ini ditujukan kepada para pemegang saham yang namanya telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham atau pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 21 April 2026.
Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, proses administratif ini telah melewati masa cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 17 April 2026, serta ex dividen pada 20 April 2026.
Keputusan pembagian keuntungan ini merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026 di pabrik perseroan, Semarang.
Secara keseluruhan, Sido Muncul mengalokasikan total dividen tunai sebesar Rp1,08 triliun dari laba bersih tahun buku 2025, yang mencerminkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio mencapai 88,6 persen.
Total dividen tersebut setara dengan Rp37 per saham, di mana sebesar Rp22 per saham atau senilai Rp647,57 miliar telah dibayarkan lebih dulu sebagai dividen interim pada November 2025.
Langkah Sido Muncul dalam membagikan dividen dengan rasio tinggi ini menunjukkan kuatnya arus kas perusahaan serta komitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para investor.
Sepanjang tahun 2025, emiten produsen jamu ini mencatatkan performa bisnis yang sangat stabil dengan membukukan penjualan sebesar Rp4,07 triliun.
Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 4,10 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,91 triliun.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga ikut terkerek naik sebesar 4,97 persen menjadi Rp1,23 triliun dari posisi Rp1,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba ini secara otomatis meningkatkan laba per saham dasar SIDO dari Rp39,03 pada tahun 2024 menjadi Rp41,36 per saham pada tahun 2025. Manajemen Sido Muncul menjelaskan bahwa hasil kinerja ini mencerminkan pertumbuhan yang resilien serta eksekusi disiplin di tengah fase normalisasi ekonomi.
Manajemen SIDO memberikan keterangan resmi mengenai indikator keuangan mereka yang tetap solid di tengah persaingan pasar herbal dan farmasi. “Laba usaha meningkat 5% menjadi Rp1,54 triliun, sementara laba bersih naik 5% menjadi Rp1,23 triliun, dengan margin usaha 38% dan margin bersih 30%,” papar manajemen SIDO dalam pernyataan tertulisnya.
Manajemen juga menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan sebesar 4 persen pada 2025 didorong oleh permintaan domestik yang stabil serta lonjakan signifikan pada pasar ekspor yang tumbuh mencapai 31 persen, sementara tingkat margin bruto perusahaan berhasil bertahan kuat di level 58 persen.
Post a Comment