News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gelar Webinar Personal Branding, FTI UII Yogyakarta Ajak Pahami Pentingnya Integritas dan Kebermanfaatan Digital bagi Mahasiswa

Gelar Webinar Personal Branding, FTI UII Yogyakarta Ajak Pahami Pentingnya Integritas dan Kebermanfaatan Digital bagi Mahasiswa

WARTAJOGJA.ID : Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyelenggarakan webinar bertajuk Personal Branding untuk Mahasiswa Digital, Senin, 11 Mei 2026.

Dalam webinar itu menghadirkanManajer Akademik Keilmuan Magister Informatika sekaligus Dosen Jurusan Informatika FTI UII Dr. Ahmad Luthfi, S.Kom., M.Kom sebagai narasumber.

Dr. Ahmad Luthfi dalam paparannya mengungkap pada era digital yang berkembang sangat pesat saat ini, pihaknya menyoroti fenomena pergeseran personal branding di kalangan mahasiswa. 

"Saat ini, banyak mahasiswa yang terjebak dalam pencitraan digital yang hanya mengejar popularitas serta validasi semu di media sosial," kata Dr. Ahmad Luthfi.

Budaya digital yang serba cepat ini menciptakan tantangan baru berupa tekanan psikologis untuk selalu tampil sempurna demi mendapatkan keterlibatan atau engagement yang tinggi, sehingga seringkali muncul kesenjangan yang nyata antara identitas di dunia daring dengan realitas kehidupan yang sebenarnya.

"Pembangunan identitas digital harus berlandaskan pada prinsip autentisitas, etika, dan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas," ujarnya.

Dr. Ahmad Luthfi memaparkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di ruang siber, mulai dari unggahan foto, pemberian komentar, hingga jejak digital lainnya, merupakan penyusun persepsi publik terhadap seseorang. 

Hal ini bukan lagi sekadar dokumentasi pribadi, melainkan aset penting yang akan menjadi bagian dari identitas profesional para mahasiswa di masa yang akan datang.

“Setiap unggahan, komentar, dan aktivitas digital membentuk persepsi tentang siapa kita. Karena itu personal branding tidak boleh berhenti pada pencitraan semata, tetapi harus dibangun di atas nilai dan karakter,” tegas Ahmad Luthfi dalam penjelasannya kepada para mahasiswa.

Ia secara kritis menyoroti tiga isu utama dalam praktik branding masa kini, yaitu paparan berlebihan atau over-exposure yang memicu pencitraan semu, ketergantungan mental pada jumlah tanda suka dan pengikut, serta diskoneksi antara kehidupan online dengan kenyataan. 

Fenomena ini, menurut Ahmad Luthfi, berpotensi besar menyebabkan kelelahan identitas bagi generasi digital yang merasa harus terus berpura-pura di dunia maya.

Sebagai langkah solutif, FTI UII Yogyakarta mempromosikan pendekatan personal branding melalui perspektif insan ulil albab. Konsep ini mengajak mahasiswa untuk menyatukan elemen zikir, fikir, dan amal dalam setiap tindakan digital mereka. Melalui landasan ini, personal branding tidak lagi dipandang sebagai ajang mencari ketenaran, tetapi menjadi wadah untuk merepresentasikan nilai luhur, akhlak mulia, kompetensi tinggi, serta kontribusi sosial yang tulus.

Dr. Ahmad Luthfi juga mendorong mahasiswa digital untuk mengubah pola pikir mereka dari keinginan untuk sekadar terlihat menjadi keinginan untuk menjadi sosok yang bermanfaat. 

Keberhasilan seseorang dalam mengelola identitas digitalnya tidak diukur dari seberapa banyak pengikutnya, melainkan dari seberapa besar tingkat kepercayaan, kredibilitas, dan dampak kolaboratif yang mampu ia ciptakan.

“Kompetisi sejati mahasiswa digital bukan tentang siapa paling terlihat, tetapi siapa yang paling banyak memberi manfaat,” ungkap Ahmad Luthfi kembali untuk memotivasi peserta.

Dalam sesi implementasi, mahasiswa dibekali dengan pemahaman mengenai tiga pilar utama yakni spiritual core, intellectual expression, dan social impact. Ketiga aspek tersebut kemudian diturunkan ke dalam praktik nyata seperti penerapan etika digital, pengasahan kemampuan berpikir kritis, keberanian untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, serta pembuatan karya yang bermanfaat bagi publik. Webinar ini juga mengingatkan pentingnya verifikasi informasi guna menghindari diskusi yang beracun di media sosial serta menjaga konsistensi identitas agar tetap jujur dan bermartabat sehingga kontribusi positif di ruang digital dapat terwujud secara nyata.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment