News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dosen Informatika FTI UII Kembangkan Prototipe Kecerdasan Buatan Atasi Fragmentasi Informasi Pariwisata Halal Dunia

Dosen Informatika FTI UII Kembangkan Prototipe Kecerdasan Buatan Atasi Fragmentasi Informasi Pariwisata Halal Dunia

WARTAJOGJA.ID – Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi melalui inovasi teknologi digital yang menyasar sektor pariwisata religi. 

Adalah Dr. Hendrik, S.T., M.Eng - Dosen Jurusan Informatika FTI UII, sukses mengembangkan sebuah prototipe sistem basis pengetahuan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk memetakan layanan pariwisata halal global. 

Penemuan ini merupakan hasil dari disertasi doktoralnya di Program Doktor Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada yang dipertahankan di hadapan dewan penguji pada 5 Januari 2026.

"Penelitian saya berawal dari kegelisahannya melihat pesatnya pertumbuhan industri pariwisata halal yang tidak dibarengi dengan kemudahan akses informasi bagi wisatawan Muslim. Saat ini, data mengenai ketersediaan fasilitas shalat, makanan halal, hingga norma akomodasi masih tersebar di ratusan sumber yang tidak terhubung, seperti aplikasi perjalanan, dokumen sertifikasi, dan ulasan pengguna," kata dia, Jumat (15/5).

Kondisi tersebut diperparah karena sistem pengetahuan pariwisata yang sudah ada sebelumnya tidak dirancang untuk memahami persyaratan spesifik dalam hukum Islam.

Guna mengatasi persoalan fragmentasi tersebut, Hendrik menghasilkan tiga komponen teknologi utama dalam studinya. Komponen pertama adalah SAFAROnto, sebuah ontologi pariwisata halal pertama yang merepresentasikan konsep kepatuhan Islam secara formal melalui hierarki tiga tingkat yang terdiri dari 10 kelas utama, 75 subkelas, dan 401 properti. 

Inovasi ini mendapat penilaian tinggi dari para pakar dengan rata-rata skor 4,0 hingga 4,5, sementara evaluasi teknis melalui framework OQuaRE menunjukkan bahwa 78 persen metrik sistem telah mencapai peringkat sangat baik atau baik.

Selain ontologi, Hendrik mengembangkan metode ekstraksi pengetahuan berbasis Large Language Models yang mampu mengambil serta memvalidasi informasi dari teks web secara otomatis. 

"Dengan menggunakan model GPT-4o-mini, sistem ini meraih skor rata-rata 0,973 untuk presisi dan akurasi. Meski menggunakan teknologi AI canggih, Hendrik memastikan bahwa setiap tahapan tetap melibatkan verifikasi pakar manusia untuk menjamin akurasi informasi yang sensitif secara religius. Hasil integrasi seluruh komponen tersebut kemudian bermuara pada Halal Tourism Knowledge Graph atau HTKG, sebuah basis data graf yang saat ini memuat 2.331 node dan 184.460 relasi antar entitas pariwisata halal dengan kecepatan respons query yang sangat singkat antara 4,6 hingga 45 milidetik," ujar Hendrik.

Meskipun sistem ini menunjukkan performa teknis yang memuaskan, Hendrik memberikan catatan penting mengenai status penelitiannya tersebut. "Ini masih prototipe yang divalidasi melalui studi kasus di Jepang. Data yang tersedia saat ini belum cukup untuk merepresentasikan kondisi pariwisata halal secara global. 

Namun, yang berhasil kami buktikan adalah bahwa pendekatan dan metodologinya bisa bekerja, dan itu yang menjadi fondasi untuk pengembangan lebih lanjut," ungkap Hendrik dalam pernyataan resminya pada 15 Mei 2026.

Lebih lanjut, Hendrik menekankan bahwa penelitiannya saat ini masih berada pada tahap pembuktian konsep atau proof of concept dan bukan sistem yang siap pakai secara komersial. Ia mengakui adanya beberapa keterbatasan, seperti sumber informasi yang masih terbatas pada teks berbahasa Inggris serta potensi bias pada model AI karena dominasi perspektif Barat dalam data pelatihan.

Oleh karena itu, langkah pengembangan ke depan akan difokuskan pada perluasan cakupan data ke berbagai negara, penggunaan bahasa lain seperti Arab, Melayu, dan Turki, serta peningkatan transparansi agar sistem dapat diaudit oleh pakar agama.

Disertasi yang dibimbing oleh Promotor Ir. Adhistya Erna Permanasari dan Ko-Promotor Dr.Eng. Silmi Fauziati ini juga memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas ilmiah internasional. 

Penelitian tersebut telah menghasilkan lima publikasi ilmiah terindeks Scopus dan IEEE Xplore, termasuk di Journal of Universal Computer Science dan Journal of Islamic Marketing. Metodologi yang dikembangkan Hendrik ini pun diyakini memiliki potensi besar untuk diadaptasi pada bidang lain yang membutuhkan akurasi data sensitif budaya, seperti sertifikasi makanan dan akreditasi layanan kesehatan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment