News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UGM dan Bank Mandiri Taspen Perkuat Kolaborasi Strategis, Fokus Cetak SDM Unggul dan Ekosistem Keuangan Kampus

UGM dan Bank Mandiri Taspen Perkuat Kolaborasi Strategis, Fokus Cetak SDM Unggul dan Ekosistem Keuangan Kampus

WARTAJOGJA.ID -Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada dan Bank Mandiri Taspen. Kedua pihak resmi memperpanjang kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di UGM, Jumat (10/4/2026), yang menandai satu dekade kemitraan sejak pertama kali terjalin pada 2016.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar berorientasi bisnis, tetapi juga membawa misi sosial yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi kolaborasi strategis untuk menciptakan dampak sosial dan peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama ini dirancang untuk menjembatani dunia akademik dan industri secara lebih konkret. Salah satu program utama adalah penyediaan kesempatan magang bagi mahasiswa UGM di lingkungan Bank Mandiri Taspen. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat kesiapan kerja lulusan.

Selain itu, skema beasiswa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi bagian penting dalam mendukung mahasiswa berprestasi. Tidak hanya itu, peluang pengembangan juga bersifat dua arah—Bank Mandiri Taspen membuka kemungkinan mengirimkan pegawainya untuk melanjutkan studi, termasuk jenjang pascasarjana di UGM.

Menurut Panji, langkah ini sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam menjaring talenta muda berkualitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Di luar pengembangan SDM, kerja sama ini juga menyasar penguatan sistem keuangan di lingkungan kampus. Bank Mandiri Taspen akan menyediakan layanan keuangan terintegrasi, termasuk penggunaan virtual account untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


Tidak hanya sebatas layanan transaksi, bank juga berperan dalam pengelolaan likuiditas institusi. Mulai dari penempatan dana hingga dukungan pembiayaan, seluruh kebutuhan finansial kampus akan dikelola dalam kerangka kemitraan yang berkelanjutan.

Panji menjelaskan bahwa UGM sebagai institusi besar dengan puluhan ribu mahasiswa dan ribuan tenaga pendidik merupakan bagian dari ekosistem yang strategis bagi industri perbankan.

“Kerja sama antara bank dan universitas adalah kerja sama dengan ekosistem. Di balik kampus ada mahasiswa, dosen, hingga rantai pendukung yang luas,” jelasnya.

Lebih jauh, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi riset antara UGM dan Bank Mandiri Taspen, khususnya terkait isu kependudukan dan penuaan (aging population). Bank Mandiri Taspen yang memiliki fokus pada segmen pensiunan melihat pentingnya dukungan riset akademik untuk merumuskan strategi bisnis dan layanan ke depan.

Panji menyoroti bahwa setelah bonus demografi, Indonesia akan menghadapi peningkatan populasi usia lanjut. Oleh karena itu, diperlukan kajian berbasis data dan riset untuk mempersiapkan transisi tersebut secara matang.

“Peran kami ke depan tidak bisa hanya berbasis asumsi. Kami butuh riset, dan di sinilah peran UGM menjadi sangat penting,” katanya.

Kerja sama yang diperpanjang untuk lima tahun ke depan ini disebut sebagai bentuk simbiosis mutualisme antara dunia pendidikan dan industri. UGM mendapatkan dukungan dalam penguatan sistem pendidikan dan keuangan, sementara Bank Mandiri Taspen memperoleh akses pada ekosistem akademik, talenta muda, serta pengembangan berbasis riset.

Dengan pendekatan kolaboratif yang menyentuh aspek pendidikan, riset, hingga pengabdian masyarakat, kemitraan ini diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap pencapaian visi Indonesia Emas, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi contoh bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan industri dapat berjalan tidak hanya seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Keunikan kolaborasi ini juga terletak pada fokus edukasi keuangan, khususnya dalam mempersiapkan masa purna bakti bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Program literasi keuangan akan digelar secara berkala, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan bagi dosen dan karyawan yang mendekati masa pensiun.

Rektor UGM, Ova Emilia, menilai kerja sama ini memberikan nilai tambah yang signifikan, terutama dalam aspek pengembangan kompetensi dan kesejahteraan sivitas akademika.

Ia menyebut, program literasi keuangan yang difokuskan pada persiapan pensiun menjadi penting agar para tenaga pendidik dapat memasuki masa purna tugas dengan kesiapan finansial yang matang.

“Ini menjadi tambahan (on top) dari program yang sudah ada, terutama dalam membantu dosen dan karyawan mengelola keuangan secara lebih baik menjelang pensiun,” ujarnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment