Sido Muncul Raih PROPER Emas Keenam dan Penghargaan Green Leadership 2026
WARTAJOGJA.ID : PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kembali mengukuhkan perusahaannya dalam standar keberlanjutan nasional dengan menyabet penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini diserahkan langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, kepada Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, di Jakarta pada Selasa (7/4).
Selain prestasi korporasi, Irwan Hidayat juga secara personal menerima penghargaan *Green Leadership* Utama untuk keempat kalinya atas dedikasi kepemimpinannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Irwan Hidayat menegaskan bahwa fokus utama perusahaan dalam menjaga lingkungan adalah demi meraih kepercayaan masyarakat secara jangka panjang.
Bagi Irwan, etika terhadap lingkungan merupakan cerminan langsung dari etika terhadap konsumen. Sido Muncul telah berkomitmen pada peta jalan keberlanjutan 2020-2029 melalui strategi 2R (reduce dan recycle), termasuk inovasi kemasan produk ke arah yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan botol kaca dan format soft capsule guna meminimalisir ketergantungan pada plastik.
"Tujuannya untuk membangun kepercayaan. Sebagai perusahaan, yang kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Logikanya, kalau sama lingkungan saja baik, sama konsumennya mestinya lebih baik," ujar Irwan Hidayat saat menjelaskan filosofi Green Leadership yang diusungnya.
Keberhasilan operasional Sido Muncul didukung oleh penerapan ekoinovasi berbasis Life Cycle Assessment (LCA) yang dipaparkan oleh Manager Lingkungan, Amri Cahyono.
Saat ini, lebih dari 90 persen energi operasional pabrik berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk pemanfaatan limbah sisa jamu sebagai bahan bakar untuk mewujudkan prinsip zero waste.
Perusahaan juga melakukan efisiensi air secara ketat, pengelolaan limbah B3, serta pelestarian keanekaragaman hayati melalui agrowisata yang menjadi rumah bagi satwa seperti harimau dan elang.
Tak hanya di hulu produksi, Sido Muncul juga menggandeng mitra luar (off-taker) untuk mengolah limbah plastik menjadi produk papan (board) fungsional yang dibagikan kembali ke masyarakat dalam bentuk dropbox sampah.
Di sektor sosial, program SMARTANI (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi) di Desa Bergas Kidul menjadi ujung tombak pemberdayaan warga sekitar melalui sistem kemandirian pangan dan bank ternak bergulir. Amri menegaskan bahwa visi perusahaan adalah memberikan manfaat timbal balik sesuai pesan Irwan Hidayat bahwa mencintai lingkungan akan membuat produk dicintai masyarakat.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa pencapaian predikat Emas merupakan mandat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 yang menyimbolkan upaya luar biasa dari unit usaha dalam melampaui kepatuhan lingkungan atau beyond compliance.
Hanif mencatat bahwa perusahaan yang meraih predikat Hijau maupun Emas cenderung memiliki nilai saham yang lebih tinggi di pasar modal karena kepercayaan investor terhadap tata kelola yang bersih. "Membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung melalui kepatuhan lingkungan adalah upaya yang luar biasa. Berada di sini menyimbolkan upaya yang tidak sederhana," puji Hanif bagi para peraih penghargaan.
Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Sudharto P. Hadi, memvalidasi bahwa konsistensi Sido Muncul dalam mengintegrasikan masalah sosial ke dalam strategi bisnis merupakan kunci raihan predikat Emas.
Menurutnya, komponen lingkungan yang menyumbang 60 persen dan sosial 20 persen dalam penilaian PROPER menjadi indikator vital bagi aspek Environment, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
Dengan membangun sistem yang kuat dari hulu ke hilir, Sido Muncul berhasil membuktikan bahwa kepedulian lingkungan adalah investasi strategis yang mampu mewujudkan kemandirian masyarakat sekaligus pertumbuhan bisnis yang stabil.
Post a Comment