FSRD ISI Yogyakarta Perkokoh Posisi Global Melalui Prestasi QS WUR dan Peresmian Magister Desain Pertama
WARTAJOGJA.ID : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan acara syukuran pada Senin, 13 April 2026, untuk merayakan rangkaian pencapaian strategis sepanjang tahun 2025 yang berhasil menembus kancah internasional.
Momentum yang berlangsung di Gedung Dekanat FSRD tersebut menandai keberhasilan fakultas dalam mempertahankan posisi di jajaran Top 200 Dunia versi QS World University Rankings (WUR) by Subject Art & Design 2026 serta peresmian Program Studi Magister Desain pertama di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., menjelaskan bahwa meski tahun 2025 penuh dengan tantangan, pihaknya berhasil mencatatkan tiga capaian utama yang menjadi tonggak sejarah bagi institusi.
"FSRD berhasil membuktikan kualitasnya di kancah global melalui tiga capaian utama, yakni akreditasi internasional FIBAA, masuk dalam QS World University Rankings bidang Art & Design, serta pembukaan Program Studi Magister Desain," ungkapnya.
Enam program studi yang dikelola FSRD, meliputi Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Murni, Kriya, dan Tata Kelola Seni, telah resmi mengantongi akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) asal Jerman.
Selain itu, FSRD ISI Yogyakarta tetap kokoh berada pada klaster peringkat 151–200 dunia dalam pemeringkatan QS WUR 2026, yang sekaligus menempatkan mereka dalam jajaran 50 besar di Asia dan 20 besar di Asia Tenggara.
Mengenai dinamika peringkat global tersebut, Muhamad Sholahuddin mengakui adanya sedikit pergeseran angka dari tahun sebelumnya yang sempat berada di rentang 101–150, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran sehingga berdampak pada ruang gerak kerja sama internasional.
Namun, ia menegaskan bahwa bagi fakultas, pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan manifestasi dari keteguhan intelektual dan validasi atas diskursus seni rupa dan desain yang dibangun.
"Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari kekuatan intelektual dan kedalaman estetika yang kita bangun," tambah Sholahuddin.
Di tengah upaya memperkuat kualitas akademik, FSRD juga merespons kebutuhan pendidikan desain tingkat lanjut dengan membuka pendaftaran Program Studi Magister (S2) Desain untuk Semester Gasal 2026/2027 yang menjadi pionir di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Langkah ini sejalan dengan visi masa depan fakultas untuk melakukan transformasi pendidikan berbasis teknologi, termasuk penguatan laboratorium digital, integrasi seni dengan teknologi informasi, hingga kolaborasi lintas disiplin dengan sains data.
Menghadapi era disrupsi kecerdasan buatan, Sholahuddin menyatakan bahwa teknologi merupakan kanvas baru yang memperluas cakrawala kemanusiaan. Ia menegaskan, "Teknologi adalah kanvas baru yang memperluas cakrawala kemanusiaan. AI tidak menggantikan seniman, tetapi memperluas ruang kreativitas."
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja seluruh sivitas akademika FSRD yang telah menunjukkan bahwa akreditasi internasional dan kualitas akademik berjalan beriringan dengan sangat baik.
"Ini menjadi bukti bahwa akreditasi dan kualitas akademik berjalan beriringan. Semoga FSRD terus meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa dengan standar internasional," ujar Irwandi.
Ia berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi fakultas lain di lingkungan ISI Yogyakarta untuk terus meningkatkan standar pendidikan agar memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa.
Melalui pencapaian ini, ISI Yogyakarta berkomitmen untuk terus tumbuh menjadi pusat kreativitas global yang adaptif dan transdisipliner demi menyongsong visi Indonesia Emas karena menurut Irwandi, pihak kampus ingin mewujudkan kualitas berstandar global.
Post a Comment